Jumat, April 19, 2024

10 Tahun Memimpin, Bupati Asem Dinilai Berhasil Ubah Wajah Tambrauw

SORONG, Kasuarinews.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tambrauw, Yosep Airai mengatakan DPRD Tambrauw pada Kamis 21 April 2022 lalu telah melakukan sidang Pengusulan Pengumuman Pemberhatian Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tambrauw yang akan berakhir masa jabatannya tangggal 22 Mei 2022 mendatang.
“Apapun terjadi masyarakat Tambrauw wajib mengucapkan terima kasih kepada Bupati Gabriel Asem dan Wakil Bupati Mezak Yekwam. Khusus kepada Bupati Asem sekali lagi terima kasih karena 10 tahun berhasil menakodahi kabupaten konservasi tersebut dengan dinamika yang berbeda-beda,” ujar Yosep.

Sebagai politisi dan pimpinan dewan, secara pribadi kata Yosep, dirinya menilai bahwa Gabriel Asem selama 10 tahun memimpin telah sukses dan berhasil mengubah wajah Tambrauw dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. “Semua orang pasti punya pandangan berbeda. Tapi mengapa saya bilang Asem berhasil? Harus dipahami bahwa Gabriel Asem membangun Tambrauw dari nol, dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada dan itu butuh proses bukan seperti membalik telapak tangan. Itu makin berat apalagi dengan anggaran yang terbatas dan wilayah yang luas, berat dan menantang tapi Gabriel Asem berhasil,” jelas Yosep.

Yosep kemudian mencontohkan bahwa Bupati Gabriel Asem jika dilihat dari sisi infrastruktur memang dinilai berhasil membuka isolasi wilayah dengan membangun jalan dan jembatan, jaringan komunikasi di seluruh pelosok Tambrauw. Ia juga dengan keberaniannya memindahkan ibu kota kabupaten Tambrauw dari Sausapor ke ibu kota definitif di Feef pada tahun 2020 serta berhasil membangun berbagai fasilitas seperti kantor bupati, kantor DPRD, kantor pemerintahan lainnyan seperti kantor Bapeda, Kantor PU, kantor DPRD , kantor Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan fasilitas pendidikan dan kesehatan serta keagamaan dan menghadirkan bank Papua di ibu kota kabupaten Tambrauw. .

“Semua itu telah dilakukan Gabriel Asem selama 10 tahun meski masih ada kekurangan. Itu fakta. Setiap orang dan pemimpin pasti punya kelebihan dan kekurangan termasuk Gabriel Asem dan mengharapkan sesuatu yang sempurna dari seorang pemimpin itu mustahil,” terang Yosep.

Kata Yosep, meski berhasil namun dari sisi lain yaitu pengkaderan dan pembangunan infrastruktur SDM, Yosep menilai Bupati Gabriel Asem belum berhasil. Artinya apa? Bupati Asem tidak melakukan pengkaderan bagi anak-anak asli Tambrauw untuk kelak meneruskan estafet kepemimpinannya baik di birokrasi maupun politik dan seakan membiarkan anak-anak berjuang sendiri-sendiri.
“Soal regenerasi kepemimpinan di Tambrauw kadang saya pikir, bupati Asem lupa ataukah sengaja tidak mempersiapkan putra-putri terbaik Tambrauw untuk meneruskan estafet kepemimpinannya di kabupten yang dijuluki kabupaten penyu dan konservasi ini. Saya juga bingung, apakah Bupati Gabriel lupa ataukah sengaja membiarkan putra-putri Tambrauw agar tidak menjadi pemimpin di negerinya sesuai visi para pejuang pemekaran kabupaten Tambrauw yaitu Biarkanlah Orang Bodoh Memimpin Orang Bodoh. Semua itu hanya Bupati Asem yang tahu. Tapi saya lihat dari sisi positifnyan saja yaitu karena fokus pada pembangunan infrastruktur sehingga yang lain belum jadi prioritas,” jelas Yosep.
Konsekwensinya lanjut Yosep, hal ini akan terlihat saat kontestasi pesta rayat tahun 2024 nanti. “Siapakah sosok figur dari birokrasi anak asli Tambrauw yang akan muncul serta siapakah sosok dari politisi yang akan muncul dalam kontestasi pesta rayat 5 tahunan itu. Nanti kita lihat pada saat perhelatan pesta rayat dimulai 2024 mendatang. Dan siapapun yang muncul nanti itu hasil perjuangannyan sendiri bukan karena pengkaderan yng matang dan terencana,” ujar Yosep.

Sementara itu, Bupati Tambrauw Gabriel Asem saat dikonfirmasi terkait pernyataan Yosep soal pengkaderan mengatakan apa yang dikatakan tidak seluruhnya demikian. Kata dia, sebagai seorang bupati, dirinya mengambil posisi sebagai seorang Bapak dan kakak bagi semua tanpa mengistimewakan salah satu dan membiarkan proses demokrasi di Tambrauw berjalan alamiah. “Semua yang nanti maju di Tambrauw itu adik-adik saya. Kalo saya siapkan satu atau dua orang nanti dibilang memihak maka saya biarkan semua berjalan normal sesuai alam demokrasi apalagi anak-anak Tambrauw punya kemampuan yang setera sehingga biarkanlan mereka belajar berkompetisi secara sehat,” tandas Gabriel. (Omar)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

four + twelve =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir