Sabtu, Juli 20, 2024

Buka Musker I Pemuda Adat Wilayah III Doberai, Anggota MRP Ini Minta Pemuda Adat Rebut Posisi Politik

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Anggota MRP Papua Barat Anthon Rumbruren mewakili Ketua MRP Provinsi Papua Barat pada Rabu (16/3/2022) membuka secara resmi Musyawarah Kerja (Musker) I Pemuda Adat Wilayah III Doberai di asrama mahasiswa Bintuni Amban, Manokwari. Hadir pada kesempatan ini, anggota DPRD Manokwari Alo Siep.

Dalam sambutannya, Rumbruren mengaku bangga dengan inisiatif pemuda Adat wilayah III Doberai yang menginisiasi Musker terebut. “Sebagai anak adat dari wilayah adat Doberai dan juga Arfak, saya bangga. Semoga Musker bisa menghasilkan gagasan yang baik demi kemajuan pemuda adat di wilayah Doberai ke depan,” ujarnya.

Dia juga meminta agar para pemuda Adat wilayah Doberai meninggalkan kebiasaan lama seperti berjudi, mabuk, narkoba dan hal lainnya dan bangkit membekali diri untuk merebut pelbagai peluang pembangunan yang telah disedikaan pemerintah, terutama peluang di bidang politik. “Pemerintah sudah buka dan siapkan pelbagai peluang yang ada. Kini saatnya, pemuda adat bangkit untuk merebut peluang pembangunan itu terutama peluang di bidang politik. Pemuda adat harus pastikan bisa duduk di lembaga legislatif seperti DPRD kabuapten,  provinsi bahkan DPR RI bahkan ketua parpol. Jangan hanya diperalat jadi tim sukses terus. Itu hanya bisa jika kebiasaan lama ditinggalkan dan mulai bekali diri dengan pelbagai pengetahuan. Jika peluang politik itu bisa direbuit, maka aspirasi rakyat di tingkat akar rumput dapat disuarakan kepada pemerintah. Pemerintah sudah kasih Otsus. Otsus itu buka pelauang untuk jadi anggota MRP, jadi anggota DPR jalur Otsus dan sebagainya. Maka saya minta pemuda adat jangan diperalat lagi,” tandas Rumbruren yang juga anggota Dewan Kehormatan MRP Papua Barat ini.

Sementara itu, Ketua Pemerintahan Adat Dewan Adat Wilayah III  Doberai Samuel Awom mengatakan Musker tersebut adalah momentum yang tepat bagi para pemuda agar dapat merajut konsep yang baik dan benar untuk membela dan memperjuangkan hak kesulungan orang Papua. “Perkembangan sangat cepat, untuk itu saatnya pemuda adat bangkit. Jangan sampai suatu kelak, kita tergusur di atas tanah kita sendiri. Para pemuda adat harus kritis  dengan perkembangan terutama kemajuan pembangunan agar tak tergilas apalagi tergusur seperti yang dialami oleh suku Aborigin di Australia atau Indian di Amerika,” ujarnya.

Dia juga beraharap agar para pemuda dapat terjun langsung ke masyarakat untuk membangun kesadaran kritis kepada masyarakat mengenai pentingnya tanah dan ketahanan pangan yang bertumpu pada kearifan lokal. “Pemuda harus turun ke bawah bangun kesadaran kritis agar para orangtua di kampung tidak menjual tanah sembarangan karena suatu saat jika tanah sudah dijual habis, masyarakat sendiri akan menjadi tamu di tanahnya sendiri,” tandasnya. (AN)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

20 + one =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir