Jumat, April 19, 2024

Aktivis HAM Desak Presiden Joko Widodo Beri Perhatian Serius terhadap Penyelesaian Dugaan Pelanggaran HAM Berat Wasior

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari yang juga aktivis HAM di tanah Papua, Yan Ch. Warinussy, SH mendesak Presiden Joko Widodo untuk memberi perhatian pada penyelesaian kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat Wasior yang hari ini berusia 21 tahun.

“Kasus dugaan pelanggaran HAM berat Wasior hingga saat ini berkas perkaranya berada di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia,” ungkap Warinussy dalam pres rilsinya, Senin (13/6/2022).

Sebagai Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua, Warinussy mengatakan kasus Wasior 13 Juni 2001 telah meninggalkan catatan korban yang signifikan untuk diselesaikan secara hukum. Yaitu sesuai amanat UU No.26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM.

Sehingga sesungguhnya, kata dia,  Jaksa Agung Republik Indonesia atas perintah Presiden Joko Widodo, dapat segera membentuk pula Tim Penyidikan Kasus Wasior dan membawa Kasus Wasior hingga ke Pengadilan HAM yang dibentuk di Tanah Papua. Sesuai pasal 45 UU No.21 Tahun 2001, pemerintah Indonesia dan Pemerintah di Tanah Papua dapat membentuk Pengadilan HAM di Manokwari, Provinsi Papua Barat khusus untuk menyelesaikan kasus Wasior menurut hukum.

“Pemerintah Indonesia telah mampu membuktikan bahwa kasus Paniai yang cukup lama terjadi dan akhirnya bisa dibawa ke pengadilan HAM di Makassar, Sulawesi Selatan. Kasus Wasior adalah kasus dugaan pelanggaran HAM yang cukup lama (21) tahun terjadi, dan layak untuk dibawa ke pengadilan HAM. Indikasi pelanggaran HAM Berat sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 7 huruf b dan pasal 9 huruf  a, f, g dan i dari Undang Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM. Sekaligus juga untuk menjawab harapan rakyat Papua, khususnya para korban dan keluarganya di Wasior dan sekitarnya,” tandas Warinussy. (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

five × 4 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir