Sabtu, April 20, 2024

Anggota Komisi IX DPR RI : Puskesmas dan RS di Papua Barat Minim Fasilitas

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Komisi IX DPR RI mendapati informasi bahwa Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di Provinsi Papua Barat banyak yang tidak memenuhi syarat. Padahal layanan kesehatan primer itu yang mampu meng-cover kesehatan bagi masyarakat di pedalaman dan kampung-kampung. Ini menjadi persoalan sektor kesehatan yang mendasar di Papua Barat sejalan dengan transformasi kesehatan nasional yang digagas Kementerian Kesehatan, maka membenahi Rumah Sakit dan Puskesmas harus menjadi konsentrasi di hulu.

Anggota Komisi IX DPR RI Harvey Benjamin Malaihollo mengatakan dari  data yang diperoleh Rumah Sakit dan Puskesmas di Papua Barat khususnya dan Indonesia Timur umumnya memiliki fasilitas yang kurang bahkan sangat minim. “Dari data, sebanyak 29% Puskesmas dan Rumah Sakit dioperasikan dengan fasilitas yang sangat terbatas, belum lagi soal Tenaga Kesehatan (Nakes) seperti dokter dan Nakes lainnya. Dokter umum saja kurang apalagi dokter spesialis.  Ini masalah serius yang dihadapi,” ujar Harvey saat menggelar pertemuan dengan Pengurus DPD PDI Perjuangan Papua Barat  beberapa hari lalu.

Dia mengatakan, Puskesmas harus diperkuat dan diperbaiki mulai dari sumber daya manusia dan pelayanan kesehatannya, karena pelayanan kesehatan yang paling awal dan paling dekat dengan masyarakat adalah Puskesmas. Harvey menegaskan, hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat, jika ingin pelayanan kesehatannya bagus.

“Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang ada di Papua Barat, dalam hal ini pelayanan Puskesmas harus dibenahi dan fasilitasnya dipenuhi, termasuk Rumah Sakit. “Saya berharap Kemenkes untuk menambah anggaran bagi Puskesmas termasuk Rumah Sakit khususnya di Papua Barat. Untuk nakesnya kan masih banyak yang belum ASN dan tidak mempunyai status kepegawaian yang jelas, saya berharap diusulkan untuk menjadi PPPK agar mempunyai status yang jelas,” harap Harvey saat.

Sementara itu, Mateus Menteng, Pengurus DPD PDIP yang juga anggota DPR Papua Barat pada kesempatan tersebut mengatakaan bahwa apa yang disampaikan memang benar. Misalanya, soal Rumah Sakit Provinsi Papua Barat. “Rumah Sakit provinsi fasilitasnya sangat minim  bahkan Alkes banyak tidak lengkap. Itu baru Rumah Sakit provinsi, belum Rumas Sakit yang ada di kabupaten/kota yang kondisinya mirip. Belum lagi soal Puskesmas yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Itu masih soal fasilitas belum lagi soal SDM yaitu dokter dan tenaga nakes lainnya. Untuk itu, kami minta perhatian khusus  soal ini,” ujar Menteng.

Hal yang sama disampaikan Max Simatauw. “Kami harus katakan dengan sebenarnya bahwa fasilitas di Rumah Sakit pemerintah yang ada di Papua Barat sangat minim seperti alat kesehatan. Mau berikan pelayanan kepada masyarakat model bagaimana jika alat kesehatan saja tidak ada. Dokter juga terbatas dan sangat minim. Untuk itu, sekali lagi hal tersebut harus menjadi perhatian anggota dewan terhormat agar dapat disuarakan kepada pemerintah pusat dan dikoordinasikan dengan kementerian terkait,” tandas Max.

Menanggapi aspirasi tersebut, Harvey Malaihollo mengatakan, masukan-masukan tersebut menjadi perhatian serius bagi dirinya sebagai anggota Komisi IX DPR RI. “Apa yang disampaikan teman-teman pengurus DPD PDIP Papua Barat menjadi perhatian serius. Kita akan berupaya menjembatani aspirasi itu dengan lembaga terkait agar dapat ditindaklanjuti ke depan. Tujuannya agar masyarakat di Papua Barat pun mendapat pelayanan kesehatan yang sama dengan saudara-saudaranya yang lain,” tandas Harvey. (Omar)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

18 − seventeen =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir