Sabtu, Juli 20, 2024

Aparat Buka Pemalangan di Ruas Jalan Manokwari-Sorong

FEF, Kasurinews.id – Ruas jalan Manokwari Sorong tepatnya di titik Gunung Doa yang dipalang selama beberapa hari oleh sejumlah warga masyarakat pada Sabtu (3/12/2022) kemarin dibuka oleh aparat kepolisian dari Polda Papua Barat disaksikan oleh tokoh masyarakat termasuk kepala distrik Mubrani mewakili pemerintah Kabupaten Tambrauw.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemalangan itu dilakukan karena warga menutut agar Pemerintah Kabupaten Tambrauw  mengembalikan 4 distrik (Senopi, Kebar, Mubrani, Amberbaken) kepada pemerintah kabupaten Manokwari  karena 4 distrik terebut dulunya masuk dalam wilayah  kabupaten induk Manokwari. Akibat pemalangan tersebut, arus lalulintas dari Manokwari ke Tambrauw dan Sorong pun sebalinya sempat terganggu.

Sementara itu, Kepala Distrik Mubrani Ismail Manim yang hadir saat pembukaan palang mengatakan bahwa, pembukaan palang itu dilakukan karena kerjasama yang baik antara semua pihak baik tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan aparat keamanan terutama kepolisian dan TNI. “Intinya, akibat pemalangan itu, aktivitas warga masyarakat terganggu,” ujarnya.

Menurut Ismail, memang benar bahwa 4 distrik itu dulunya bergabung dengan Kabupaten Manokwari tetapi atas kemauan seluruh elemen masyarakat sendiri dari empat distrik itu, meminta agar dapat bergabung dengan Kabupaten Tambrauw. “Masyarakat sendiri minta agar gabung ke Tambrauw dan dasarnya sangat jelas yaitu UU. Dan 4 distrik itu sekarang sudah dimekarkan Pemda Tambrauw jadi 11 distrik. Itu sah secara undang-undang. Jadi jika ada pihak yang tidak puas seharusnya sederhana saja, gugat UU itu saja,” jelas Manim.

Menurut Ismail Manim, persoalan 4 distrik itu hanya dapat diselesaikan oleh masyarakat pemilik ulayat yang mendiami 4 distrik tersebut, bukan oleh pihak lain. “Kalo mau selesaikan persoalan 4 distrik yang kini jadi 11 distrik itu, masyarakat harus duduk bersama untuk biara, bukan orang luar yang tidak punya  hak ulayat bicara. Kalo mau bicara mari seluruh anak-anak adat dari 4 distrik duduk bersama dan bicara di wilayah Tambrauw. Jangan tinggal di luar daerah baru bicara. Itu yang keliru. Kami yang tinggal di Tambrauw aman-aman saja dan merasa pembangunan begitu nampak saat bergabung dengan Kabupaten Tambrauw. Kalo mengaku diri orang Tambrauw, kembali ke Tambrauw baru bicara bukan tinggal di luar Tambrauw baru bicara,” ungkapnya. (KN4)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

five × 3 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir