Senin, Juni 17, 2024

BPBD Papua Barat Gelar Rakornis Susun Rencana Penanggulangan Bencana Daerah

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat beberapa waktu lalu bertempat di Aston Niu Hotel menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Virtual BPBD se- Papua Barta Tahun 2022 dengan mengusung tema, “Smart Penanggulangan Bencana Daerah se-Papua Barat.” Kegiatan ini dibuka oleh staf ahli Gubernur Papua Barat Ir. R.H. Payapo mewakili gubernur Paulus Waterpauw.

Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Payapo mengatakan bahwa peserta Rakornis yang berasal dari kabupaten/kota se-Papua Barat dapat menyusun upaya  dan rencana penanggulangan bencana daerah sebelum bencana terjadi, sesudah terjadi dan setelah bencana terjadi. Tujuannya, kata gubernur agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak kerugian harta benda bahkan nyawa mansuia pada saat bencana terjhadi.

 “Saya harap agar Pemda di daerah bisa menyusun rencana aksi penanggulangan bencana daerah sebelum, sesudah serta setelah bencana itu terjadi dengan harapan bisa menjadi panduan bagi masyarakat ketika bencana datang. Hal ini penting karena Papua Barat merupakan wilayah yang mempunyai posisi topografis dan demografis yang memungkinan terjadinya bencana alam baik bencana gempa bumi, tanah longsor, banjir serta bencana wabah covid -19,” ujar gubernur.

Kata gubernur, hal tersebut merupakan ancaman bagi Provinsi Papua Barat sehingga untuk menanggulangi  bencana di daerah, diperlukan upaya untuk meminimalisir resiko akibat bencana dengan suatu perencanaan yang matang dan dan terkoordinasi . Tujuannya, untuk mengantisipasi dan sebagai upaya menyelamatkan warga  masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana yang tidak memiliki kesadaran akan kerawanan bencana sehingga menyebabkan banyak korban nyawa dan harta benda.

Untuk itu, gubernur meminta agar setiap pemerinatah daerah di Papua  Barat dapat membuat rencana penanggulangan bencana di daerah dengan kajian resiko yang mungkin akan terjadi dengan jenis bencana sebagai bentuk antisipasi terhadap resiko yang akan ditimbulkan.

“Harus diakui pembangunan yang dilakukan saat ini umumnya tidak memiliki daya dukung perencanaan AMDAL yang baik sehingga perlu dilakukan analisa bencana agar menghindari hal-hal yang tak diinginkan . Untuk itu, Rakornis itu penting dalam menyusun program kegiatan dari pusat hingga daerah,” ungkap gubernur.

Kepala BNPD Papua Barat Derek Apnir S.Sos, M. Si mengatakan pada prinsipnya, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan  semua perintah pemerintah pusat terutama dalam rangka  penanggulangan bencana di daerah  terutama di provinsi  Papua Barat.

Dia juga menambahkan bahwa BPBD Papua Barat telah sepakat untuk memberikan bantuan 1 unit speed boat yang dioperasikan di danau Ayamaru. “Kabupaten Maybrat akan ditunjuk jadi tuan rumah Rakornis BPBD Papua Barat serta akan dapat 1 unit speedboat ukuran sedang yang akan dipakai di danau Ayamaru,” ungkap Derek. (AN)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

5 × one =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir