Sabtu, April 20, 2024

Buka Diklat Aplikasi RAB Desain Pembangunan Kampung Gelombang 2 di Manokwari, Ini Pesan Bupati Tambrauw

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Tambrauw melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) bekerjasama dengan Pusat Konsultasi Pemerintahan Daerah (PKPD) menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan (DIKLAT) Aplikasi RAB Desain Pembangunan Kampung gelombang ke-2 se-Kabupaten Tambrauw. Gelombang kedua ini diikuti oleh kurang lebih 400 peserta yang berasal dari kampung-kampung di wilayah Kebar Raya dan terdiri dari Kepala Kampung, Kepala Distrik, Sekretaris Kampung serta Pendamping. Diklat gelombang I telah digelar tanggal 26 Juli 2022 lalu di hotel Vega Sorong yang diikuti oleh kampung-kampung di wilayah Sausapor, Fef, Moarid Raya.  Diklat yang berlangsung selama 4 hari ini dibuka oleh Pj. Bupati Tambrauw Engelbert Kocu yang diwakli Asisten III Setda Tambrauw Tunggul Panjaitan, SE, MM pada Jumat (29/7/2022) malam di salah satu hotel di Manokwari.

Bupati Tambrauw dalam sambutannya yang disampaikan Asisten III mengapresiasi  terselenggaranya kegiatan Diklat ini. Menurutnya hal-hal teknis dan pelatihan penggunaan aplikasi dalam penyusunan RAB sangat dibutuhkan dalam pemerintah desa. “Pelatihan RAB desain berbasis aplikasi ini sangat penting karena akan mempercepat dan mempermudah dalam pembuatan RAB di desa serta lebih efisien,” ujar bupati sambil mengucapkan terima kasih kepada para narasumber terutama DR. Ardy Arsyad dan Ir H. Abdul Muthalib yang di tengah kesibukan masih meluangkan waktu membagi pengalaman dan ilmu demi pembangunan di kabupaten Tambruw.  Bupati juga mengingatkan kepada seluruh aparat desa kiranya dapat menggunakan dana desa sesuai dengan peruntukannya.

Sementara itu, Amirudin Mohamad, Direktur Operasional  PKPD dalam sambutannya mengatakan bahwa pendidikan dan pelatihan (edukasi dan training) aplikasi RAB desain pembangunan kampung se-Kabupaten Tambrauw dilatar-belakangi oleh 3 hal yakni pertama minimnya sumber daya manusia untuk menyusun rancangan anggaran biaya pembangunan kampung sementara SDM yang berada di sejumlah kampung sangat minim lulusan teknik sipil. “Selama 6 tahun,  terakhir, penyusunan anggaran pendapatan belanja kampung (APBK) selalu mengalami keterlambatan dan salah satu indikator penyebabnya adalah lambatnya rencana anggaran biaya (RAB) dan desain pembangunan kampung disusun,” ujarnya.

Faktor kedua yaitu selama ini penyusunan RAB desain pembangunan kampung dibantu oleh pihak ketiga dengan jumlah kampung yang begitu banyak serta kurangnya pemahaman aparatur kampung terhadap RAB desain tersebut yang pada akhirnya aparatur kampung selaku pelaksana dan penanggungjawab pembangunan kampung seringkali mengalami permasalahan di kemudian hari  dalam prosesnya.

Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi atau aplikasi yang  telah dikembangkan oleh PKPD menyajikan terobosan baru dalam membantu aparatur kampung untuk menyusan RAB tersebut. “Selam 4 hari kita akan berlatih dan belajar soal hal itu saat penyusunan anggaran pendapatan  biaya kampung  agar bisa tepat waktu sehingga faktor RAB sudah selesai lebih awal dengan bantuan aplikasi itu,” ujarnya sambil meminta peserta serius mengikuti kegiatan ini sehingga ke depan dapat menyusun RAB secara sederhana.

Di sisi lain, Kepala Dinas PMK Kabupaten Tambrauw, Yaconias Ajambuani, S.STP, M.Tr. AP dalam sambutannya mengatakan pelatihan tersebut akan mempermudah, mempercepat pelaksanaan program-program yang ada di kampung muali dari tahap perencanaan, penganggaran serta pelaporan dengan menggunakan desain RAB. Untuk itu, ia meminta agar peserta yang hadir dapat benar-benar mengiktui diklat tersebu dengan serius. “Saya harap, peserta yang hadir dapat menggunakan kesempatan untuk belajar dengan baik. Dan kita akan memilih 29 peserta terbaik yang mewakili 29 distrik untuk mengikuti Diklat lanjutan sehinga ke depan mereka itu dapat membantu yang lainnya,” tandas Ajambuani.

Dia menyebutkan bahwa, salah satu kendala dalam penetapan Peraturan Desa tentang APBDes adanya keterlambatan menyusun desain RAB pembangunan desa. Olehnya itu, ia berharap, melalui Diklat ini, kendala penyusunan desain RAB pembangunan desa bisa segera diatasi.

“Tadi disebutkan bahwa desain RAB itu ada yang dibuat oleh kader teknis desa, tapi ada juga yang menggunakan pihak ketiga. Sementara desa sendiri dituntut untuk mandiri dan memberdayakan masyarakatnya seperti kader teknis tersebut,” ujarnya.

Dan narasumber yaitu Ir H. Abdul Muthalib, ST,IPM, ASEAN ENG. Beliau adalah ahli perencanaan manejemen kontruksi, manejemen proyek, bangunan hijau, Ahli teknik tanah pengembangan jalan/jembatan. Dr.Eng Ardy Arsyad ST, M.Eng.Sc beliau akademisi S1 teknis sipil Universitas Hasanudin dan Baso Irawan Sakti S.Pd beliau adalah programmer tim PKPD (KN1)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

five × 4 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir