Senin, Juni 17, 2024

Bupati Hermus Akui Apa yang Dicapai Tak Lepas dari Peran Orangtuanya

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Bupati Manokwari, Hermus Indou, S.IP, MH saat berbincang dengan Kasuarinews.id pekan lalu mengakui bahwa apa yang telah dicapainya selama ini baik dalam kehidupan keluarga terutama dalam karier politiknya tidak bisa dilepaskan dari peran orangtuanya di masa lalu.

“Saya sungguh mengalami campur tangan Tuhan dalam kehidupan saya saat menjabat sebagai bupati Manokwari. Dan apa yang saya capai hari ini adalah bagian dari  loyalitas orang tua saya yang sejak muda  hingga tua bekerja untuk Tuhan meski di tengah begitu banyak keterbatasan dan tantangan,” ujar Hermus.

Kata Bupati Hermus, orangtuanya adalah seorang guru penginjil yang sejak masa muda keluar masuk kampung, terutama di wilayah pedalaman  Arfak menjadi pelayan Tuhan di tengah keterbatasan sarana, prasarana serta gaji yang begitu minim.

“Wilayah Afak itu terkenal dengan budaya yang keras di masa lalu, tetapi orangtua saya sebagai seorang guru penginjil bekerja siang malam dari satu tempat ke tempat lainnya menyebarkan Injil. Orang tua saya bekerja tampah pamrih, hanya dengan berjalan kaki kadang bermalam di tengah jalan. Dan meski begitu banyak tantangan, orangtua saya tidak pernah menyerah sampai hari ini,” jelas Hermus.

“Dan dalam refleksi, saya menyadari bahwa sebagai  anak hamba Tuhan saya akui, semua  yang saya alami dan rasakan hari ini semata-mata hanya karena campur tangan Tuhan karena orang tua saya sepanjang hidup memberikan diri secara total untuk melayani Tuhan di pedalaman Arfak,” ungkap Bupati Hermus.

“Puji Tuhan orangtua saat itu dengan tabah, sabar dan setia dengan penuh  kerendahan hati terus  mewartakan Injil siang dan malam tanpa mengenal  hujan dan panas dalam menaklukan  tantangan alam yang menantang dengan berjalan kaki, melewati lereng serta tebing yang terjal hanya untuk mewartakan kabar gembira kepada umat Allah di balik gunung, lembah yang tertutup,” ungkap jelas Bupati Hermus lebih jauh.

Kata Bupati Hermus, khusus untuk Papua, gereja (agama) adalah institusi pertama yang berusaha sekuat tenaga membawah orang Papua keluar dari kegelapan, termasuk di tanah Arfak. ‘Sebelum pemerintah baik Belanda dan Indonesia, gereja adalah lembaga pertama yang menghantar orang Papua keluar dari budaya kegelapan untuk melihat terang. Hal ini harus disadari betul oleh semua orang. Untuk itu, saya ajak seluruh generasi muda Papua agar tidak pernah melupakan hal itu dan mendoakan para pendahulu yang telah berjasa untuk memajukan negeri ini,” tandas Bupati Hermus. (KN2)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

5 × five =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir