Sabtu, April 20, 2024

Bupati Markus Waran Minta Apel Rutin di Lingkungan OPD Mansel Diaktifkan dan Pimpinan OPD Tidak Terima Honda

RANSIKI, Kasuarinews.id – Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, ST, M.Si saat memimpin apel beberapa waktu lalu meminta kepada setiap pimpinan  OPD di lingkungan Pemda Kabupaten Manokwari Selatan agar dapat mengaktifkan apel rutin di lingkungan OPD yang dipimpinnya. Tidak hanya itu, Bupati Waran juga dengan tegas meminta agar pimpinan OPD tidak lagi menerima tenaga  honorer daerah (honda)  di lingkup kerjanya.

“Kepada semua OPD agar segera gelar apel di lingkungan OPD secara rutin sehingga dapat mengetahui tenaga  kontrak daerah yang siluman maupun rajin,” ujar Waran.

Bupati Waran juga meminta kepada Kepala Badan Kepegawaian Mansel agar bertindak lebih tegas menertibkan tenaga kontrak daerah siluman yang tidak pernah disiplin dalam bekerja. Hal itu agar tidak membebani keuangan daerah. “Kaban Kepegawaian harus tegas terhadap tenaga kontrak  daerah yang malas dan tidak disiplin sehingga tidak membebani keuangan daerah. Bagaimana orang tidak pernah masuk kerja tetapi gajinya dibayarkan terus. Ini kan namanya pemborosan. Hal itu perlu dilakukan  supaya keuangan yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk menjawab apa yang menjadi keluhan rakyat. Misalnya, biaya perjalanan dinas dan anggaran yang melekat pada OPD dapat lebih dihemat daripada habis untuk bayar gaji honor daerah yang tidak pernah masuk kantor. Untuk itu, saya minta pimpinan OPD jangan tambah tenaga honorer lagi,” tegas Bupati Waran.

Bupati Waran juga meminta agar pimpinan OPD harus menjadi contoh dan pembina bagi ASN dan honorer di lingkungan kerjanya. Bupati kemudian memberi contoh informasi yang diterimanya dari OPD Dinas Perikanan yang melakukan keributan di kantor. “Saya minta Asisten I  Setda Mansel dapat memanggil yang bersangkutan agar dimintai keterangan. Jadi pimpinan bukan ke kantor bawah parang dengan mengancam staf. Baru dikasih kepercayaan seumur jagung sudah main ancam-ancam. Anda bukan bekerja di kantor GPK (Gerakan Pengamanan Kacau-Kacau) tetapi bekerja di kantor pemerintah dengan aturan mainnya. Seharusnya, seseorang semakin pangkatnya tinggi,  pikirannya makin dewasa. Bukan pangkat IVa pikiran II a atau II B. Kalo tidak dikasih jabatan baru ribut,” tandas Bupati.

Sebagai pembina kepegawaian, Bupati Waran mengatakan, dirinya punya tanggungjawab moral untuk melakukan pembinaan terhadap seluruh ASN yang bekerja di Mansel. “Bupati dan wakil bupati itu jabatan politik bisa 5 atau 10 tahun sesuai UU. Selagi kami diberikan kepercayaan, tugas kami adalah membina pegawai,” ungkap Bupati Waran menambahkan ASN itu terikat dengan aturan main sehingga tidak merusak kariernya di masa depan dengan melakukan tindakan yang melanggar aturan main.

Untuk itu, Bupati meminta kepada ASN di Mansel agar terus  belajar dan bekerja dengan baik dan benar. ‘Saya minta seluruh ASN di Mansel agar dapat menggunakan kesempatan untuk belajar karena anda semua mulai ditempa dari staf biasa, kepala seksi, kepala bidang dan akhirnya jika ada kesempatan diberi amanah sebagai pimpinan OPD. Dan jika sudah berada di level teratas, menghadapi berbagai persoalan, anda sudah terbiasa  sehingga mudah memecahkannya. Jangan sekali-kali menggunakan ilmu keong. Artinya, naik bisa tetapi saat tuun tidak bisa  dan tinggal mati saja. Sebagai seorang ASN, harus sudah siap karena bisa jadi saat ini anda menjadi staf biasa tetapi ke depan bisa jadi pimpian, atau ketika jadi pimpian harus siap juga karena bisa jadi  suatu saat akan turun pangkat menjadi staf biasa. Untuk itu, para ASN harus terus belajar termasuk belajar, misalnya belajar  menghormati pimpinan meski pimpinan itu usianya jauh lebih muda   dari anda tetapi dia tetaplah pimpinan anda,” kata Waran. (KN2)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

2 × five =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir