Minggu, April 21, 2024

Cegah Banjir, Masyarakat Senopi, Tambrauw Secara Swadaya Sewa Eksafator Alihkan Luapan Kali Ambuak dan Kamundan

FEF, Kasuarinews.id – Untuk mencegah bencana banjir yang terus berulang, masyarakat Distrik Senopi, Kabupaten Tambrauw secara swadaya menyewa alat berat milik kontraktor  untuk mengalihkan luapan Kali Ambuak dan Kamundan. Hal ini diungkapkan oleh tokoh masyarakat yang juga Wakil Ketua II DPRD Tambrauw, Yosep Airai Senin (28/2/2022).

“Distrik Senopi  adalah daerah yang rawan bencana khususnya banjir yang terjadi hampir setiap tahun seperti banjir yang baru terjadi tanggal 22 Februari lalu dan merendam sekian banyak rumah warga. Untuk itu, dibutuhkan penanganan yang lebih serius dan menyeluruh untuk mengatasi hal tersebut,” ujar Yosep.

Menurutnya, Distrik Senopi memang sangat rawan akan bencana alam khususnya banjir karena diapit oleh 4 aliran sungai besar yaitu sungai Kamundan, sungai Api, Kali Arapi dan Kali Ambuak. “Distrik Senopi dikepung oleh 4 aliran sungai itu sehingga jika musim hujan, bencana banjir sering terjadi. Dan dari dulu, hal seperti itu sudah sangat sering terjadi,” ungkapnya.

Kata Yosep, meski banjir sudah sangat sering terjadi, upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut belum maksimal. Hal itu menyebabkan warga masyarakat sendiri secara swadaya menyewa eksafator untuk menormalisasikan aliran sungai. “Kami masyarakat berterima kasih kepada pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemkab Tambrauw yang selama ini sudah banyak membantu warga setiap kali banjir terjadi dengan pemberian pelbagai bantuan. Namun bantuan saja tidak cukup dan tidak akan menyelesaikan masalah. Yang perlu dilakukan adalah melakukan normalisasi sungai-sungai yang ada termasuk pembangunan talud sehingga bila terjadi banjir, tidak akan sampai meluap ke pemukiman warga. Memang mengharapkan Pemda Tambrauw saja tidak cukup apalagi untuk membuat talud dan menormalisasi 4 aliran sungai itu. Untuk itu,   butuh dukungan dari pemerintah di atas seperti pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat melalui lembaga terkait,” ungkap Yosep sambil berharap agar Pemda Tambrauw dan Provinsi Papua Barat melalui lembaga  terkait dapat membantu mengatasi persoalan tersebut. (KN-1)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ten − five =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir