Senin, Juni 17, 2024

DAP Wilayah III Doberai Rekomendasikan Prof. Agus Fatem ke Presiden RI sebagai Caretaker Gubernur Papua Barat

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Dewan Adat Papua Wilayah III Doberai dalam suratnya yang bernomor: 14/DAP/Wil III DOB/III/2022 tertanggal 25 Januari 2022 yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia yang ditandatangani Ketua DAP Keliopas Meidodga, DAP Wilayah III Doberai memberikan rekomendasi dan dukungan penuh kepada Prof. DR. Agustinus Fatem agar ditetapkan sebagai caretaker gubernur Papua Barat oleh Presiden RI.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa  DAP Wilayah III memberi dukungan kepada Prof. Agustinus Fatem yang merupakan anak adat wilayah III Doberai karena yang  bersangkutan telah memberikan perhatian secara terus menerus dalam memberdayakan masyarakat adat.

DAP juga menilai bahwa yang bersangkutan  merupakan figur intelektual asli Papua dari wilayah III Doberai yang mampu dan memenuhi syarat untuk menjadi penjabat gubernur. Surat ini juga ditembuskan kepada Mendagri, Menko Polhukam dan Kepal Staf Kantor Kepresidenan.

Dan saat ditemui di kediamannya Pasir Putih beberapa waktu lalu, Keliopas  Meidodga dengan tegas meminta agar  pemerintah pusat dapat segera menetapkan  Prof. Agustinus Fatem yang juga  seorang ASN murni  menjadi caretaker gubernur  Provinsi Papua Barat sekaligus menolak caretaker yang berlatar belakang  TNI/Polri.

“Masyarakat Doberai dukung Prof. Agustinus Fatem sebagai caretaker gubernur Provinsi Papua Barat seperti rekomendasi DAP Doberai yang keluarkan beberapa waktu lalu. DAP juga menolak dengan tegas oknum yang mengatasnamakan lembaga DAP Doberai untuk memberi dukungan kepada orang lain. Kami dari wilayah hukum adat Doberai dan Bomberay terutama Wilayah Manokwari dengan tiga kepala suku besar keturunan Lodwick Mandacan,  Barent Mandacan  dan Irogi Meidodga dengan wilayah meliputi Teluk Bintuni dan Wondama dan Kebar Tambrauw dengan ini meminta  kepada Pemerintah Pusat untuk memberikan peluang bagi putra- putri terbaik dari Doberai  untuk menjabat sebagai caretaker gubernur. Kami nilai yang layak itu hanya Prof. Agus Fatem,”   tandas Keliopas Meidogda didampingi Kepala Suku Fakfak Raimundus Krispul dan kepala kepala suku Aifat Sorong Raya Paulus Asem.

Menurutnya, pemerintah pusat perlu memberi kesempatan kepada ASN aktif dari wilayah adat Doberai untuk menjabat caretaker gubernur. “Kami menolak dengan tegas pejabat impor dari luar Papua Barat dan juga caretaker yang bukan ASN apalagi sudah pensiun TNI/Polri dan dikaryakan di lembaga tertentu. Papua Barat bukan tempat mencari rejeki mengisi masa pensiun tapi butuh ASN orang asli Papua yang bisa kerja untuk mensejahterakan rakyat,” ujarnya.

Kepala Suku Fakfak, Raymundus Krispul juga meminta agar pemerintah pusat terutama Presiden dalam menujuk seorang caretaker gubernur di Papua Barat harus mempertimbangkan kearifan lokal di wilayah Kepal Burung Pulau Papua. “Caretaker itu haruslah orang yang dapat memahami dengan baik dan benar adat istiadat dan kearifan lokal  masyarakat setempat,” ujarnya.

Kepala Suku Aifat Sorong Raya Paulus Asem mengatakan Papua Barat saat ini membutuhkan figur yang dapat melakukan eksekusi di lapangan dengan cepat, bukan bertele-tele. “Papua Barat butuh figur pemimpin yang mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah pusat lewat program nyata di daerah. Dan itu ada dalam diri Prof. Agus Fatem,” tandasnya. (AN)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

1 × two =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir