Sabtu, Juli 20, 2024

Dinas PUPR Papua Barat akan Bangun Embung Cegah Banjir di Kota Sorong

MANOKWARI, Kasuarinews.id –  Plt. Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Barat, Ir. Yohanis Momot, MT kepada awak media, Selasa (11/10/2022) mengatakan bahwa Pemprov Papua Barat melalui Dinas PU akan membangun sejumlah embung di Kota Sorong sebagai upaya dan strategi untuk mencegah banjir di Kota Sorong yang terjadi hampir setiap tahun.

Untuk pencegahan banjir, kata Momot, Dinas PU Papua Barat terus mengebut penyelesaian perbaikan drainase yang hampir rampung. “Pengerjaan drainase di Kota Sorong sudah hampir rampung, tinggal beberapa titik saja seperti di Kilo 11 masih dalam tahap penyelesaian.  Dan harus diketahui bahwa pengerjaan drainase tidak dapat selesai tepat waktu karena dibatasi masa tanggap darurat dan pemulihan,” ungkap Momot.

Pembangunan embung kata Momot, bertujuan untuk menampung air akibat curah hujan yang tinggi karena tidak semua air dapat dialirkan ke laut. “Jika diperhatikan posisi kota Sorong itu lebih rendah dari air laut sehingga air tidak bisa dibuang ke laut apalagi jika musim hujan itu bertepatan dengan air pasang. Salah satu caranya, air itu kita aliran ke embung-embung yang sudah disiapkan,” terang Momot menambahkan bahwa lahan seluas 2 haktare di belakang PLTD telah disiapkan untuk pembangunan  embung tersebut.

Dia juga mengakui bahwa sistem drainase di kota Sorong memang sangat buruk. Untuk itu, Momot berharap agar pengerjaan drainase yang saat ini sedang dikebut dapat sedikit mengurangi potensi banjir di Kota Sorong. “Artinya, jika hanya hujan ringan  jangan sampai terjadi banjir atau genangan air lagi di kota Sorong,” ungkap Momot.

Soal galian C yang diduga menjadi salah satu sebab terjadinya banjir di Kota Sorong, Momot mengatakan pemerintah telah  menghentikan semua ijin galian C meski masih ada yang bersikap nakal dengan beroperasi secara sembunyi-sembunyi. “Bagi saya, mengatasi banjir di Kota Sorong perlu kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya mengharapkan pemerintah saja. Artinya, pemerintah memang menyiapkan infrastruktur seperti membangun dan memperbaiki drainase, membangn embung, tetapi juga perlu peran pihak swasta misalnya dengan tidak melakukan galian C serta peran masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarangan sehingga dapat menutup dan menghambat saluran air. Jadi dibutuhkan gerakan bersama untuk mengatasi banjir di Kota Sorong,” jelas Momot.(KN4)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

7 − 2 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir