Sabtu, April 20, 2024

Dinas PUPR Papua Barat Usul Penggunaan Kapal Keruk Atasi Penyebab Banjir di Kota Sorong

SORONG, Kasuarinews.id – Plt. Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Barat, Yohanis Momot, ST, MT mengusulkan penggunaan kapal keruk (dredger) sebagai salah satu solusi untuk  mengatasi banjir di Kota Sorong. Hal ini disampaikan Momot saat memaparkan solusi dan upaya penanganan banjir di Kota Sorong kepada Pj. Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw pada Senin (12/9/2022).

“Setelah hampir 3 pekan menangani persoalan banjir di Kota Sorong, kami meminta petunjuk dan arahan dari Bapak Gubernur terkait penanganan banjir di Kota Sorong. Salah satu solusi yang menurut kami efektif yaitu menggunakan kapal keruk,”  ujar Momot.

Terkait usulan Plt. Kadis PUPR ini, gubernur Papua Barat Paulus Waterapuw merespon secara positif dengan meminta Plt. Kadis PUPR Papua Barat menyiapkan surat untuk diteruskan kepada Menteri PUPR untuk  meminta bantuan yang dimaksud sebagai salah satu solusi menangani persoalan banjir di Kota Sorong. “Pa Kadis buat surat saja untuk bertemu pa Menteri untuk meminta bantuan Kapal keruk demi mengatasi persoalan banjir di Kota Sorong,” ujar Waterpauw yang juga megapresiasi Dinas PUPR dan serta  pemerintah kabupaten/kota di Papua Barat yang berupaya menangani banjir di Kota Sorong dan sekitarnya.

Solusi yang ditawarkan Plt. Kadis PUPR Papua Barat nampaknya  sejalan dengan pendapat sejumlah warga di Kota Sorong. Rifai Arsyad,   warga  Kilo 10, yang tinggal di belakang Jupiter mengatakan banjir yang terjadi di Kota Sorong pertama-tama disebabkan karena tidak mengalirnya air ke laut secara utuh. “Jika kita perhatikan, banjir yang mengenangi sejumlah titik di Kota Sorong itu terjadi saat terjadinya air pasang sehingga air tidak mengalir ke laut. Selain itu terjadi pendangkalan di sejumlah muara kali dan sungai  di Kota Sorong. Untuk itu perlu dikeruk,” ujarnya.

Sementara itu, Syamudin warga yang tinggal di Jalan Pendidikan Kota Sorong melihat bahwa banjir yang terjadi di kota Sorong disebabkan karena permukaan air laut yang lebih tinggi dari daratan akibat terjadinya penimbunan di sejumlah lokasi di Kota Sorong. “Jika permukaan laut sudah lebih tinggi dari daratan maka saat hujan apalagi bersamaan dengan air pasang, otomatis banjir akan terjadi. Untuk itu, pengerukan harus dilakukan,” ujarnya. (KN4)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

four × four =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir