Sabtu, April 20, 2024

DPRD Desak Pemda Tambrauw Inisiasi Rekonsiliasi antar Masyarakat di Tingkat Akar Rumput

FEF, Kasuarinews.id –Anggota DPRD Tambrauw, Dominggus Manim meminta agar Pemerintah Daerah Tambrauw dapat menginisiasi rekonsiliasi di antara sesama warga masyarakat Tambrauw terutama di tingkat akar rumput. “Selama ini, saya melihat bahwa, pemerintah daerah terlalu sibuk dengan menggenjot aneka pembangunan fisik, tetapi kadang lupa membenahi pembangunan mental warganya,” ujar anggota DPRD Tambrauw Dominggus Manim.

Menurut Dominggus, tidak dapat dipungkiri bahwa pemekaran Kabupaten Tambrauw beberapa waku lalu sampai saat ini masih mewariskan luka dan konflik yang belum sembuh benar. “Saya kira pemerintah tahu soal itu. Karena pemekaran, antara keluarga sendiri berkelahi. Kami yang tinggal di 4 distrik yang dulunya bergabung dengan Manokwari (Mubrani, Senopi, Kebar, Amberbaken) sangat merasahkan hal itu. Ada masyarakat yang suka gabung dengan   Tambrauw tetapi ada yang tidak. Bahkan sampai saat ini ada wacana pemekaran Manokwari Barat. Untuk apa kita sembunyai hal seperti itu. Apa yang terjadi di wilayah Manokwari juga dialami di Sorong terutama dengan melibatkan masyarakat yang mendiami 2 distrik yaitu Moraid dan Salemkai. Konflik itu masih ada sampai saat ini. Misalnya, kami di Mubrani. Pemda Tambrauw bangun kantor distrik baru di tempat yang baru, sedangkan kantor yang lama ada di Arfu karena katanya itu milik Manokwari,” ujar Dominggus.

Telepas dari segala kepentingan politik atau apapun namanya, kata Dominggus, masyarakat sendirilah yang akan merasahkan dampaknya kerena menjadi korban. Untuk itu, sebagai wakil rakyat, Dominggus meminta agar Pemda Tambrauw segera menginisiasi  rekonsiliasi antar sesama warga masyarakat. “Pokoknya, harus ada rekonsiliasi  atau apapun namanya. Mau pakai nama gelar tikar adat juga bisa. Dan kita di legislatif akan mendukung hal tersebut. Bagi saya, perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77 harus menjadi momentum yang tepat untuk memulai membangun semangat itu sebagai sesama saudara. Fakta saat ini, Kabupaten  Tambrauw sudah jadi dan saya ingin kita membangun Tambrauw ke depan tanpa dendam. Ini baru konfilik dan dendam karena pemekaran, belum lagi dendam dan konflik karena politik,” ungkap Dominggus menambahkan bahwa rekonsiliasi itu harus  melibatkan semua elemen masyarakat Tambrauw dalam satu semangat ke depan untuk membangun Tambrauw yang lebih baik. “Jika seluruh masyarakat Tambrauw bersatu dan memainkan perannya masing-masing, maka cita-cita awal pemekaran Tambrauw lambat atau cepat akan tercapai,” tandas Dominggus. (KN2)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

4 × 1 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir