Minggu, Juli 21, 2024

Dua Kali Undang Bupati Markus Waran, Bukti Pemerintah Jerman Menaruh Perhatian terhadap Manokwari Selatan

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Pemerintah Jerman melalui DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) Scholarship sebagai sponsor utama dalam rangka pelestarian keanekaragaman hayati kembali mengundang Bupati Kabupaten Manokwari Selatan, Markus Waran, ST, M.Si untuk menghadiri diskusi bersama sejumlah peneliti  dari 20 Universitas di Asia yang membahas tentang keanekaragamanhayati, termasuk keanekaragaman hayati yang ada di Manokwari Selatan.

Undangan pemerintah Jerman untuk Bupati Markus Waran ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah Jerman memiliki perhatian besar untuk Manokwari Selatan terutama hutan lindung Momiwaren.

Ini adalah kedua kalinya, Bupati Markus Waran mendapat undangan dari pemerintah Jerman.  Yang pertama kala itu, Bupati Markus Waran mendapat undangan dari pemerintah Jerman untuk menghadiri Asia Conference Network di Yangon, Myanmar pada tanggal 11-13 November 2019 lalu.

Yang menarik dari undangan kedua ini adalah pemerintah Jerman melalui University of Gottingen  (Georg-August-Universität Göttingen) meminta Bupati Waran sendiri menentukan waktunya dan seluruh biaya akan ditanggung pemerintah Jerman melalui DAAD sebagai sponsor utama kegiatan. Dalam undangan itu, Bupati Markus Waran akan berdiskusi dengan para peneliti mengenai integrasi pengelolaan hutan dengan keanekaragaman hayati.

Dalam undangan tersebut, pimpinan proyek DR. Simone Pfeiffer  mengatakan bahwa Bupati Markus Waran adalah salah satu tokoh yang punya pengetahuan dan pemahaman mendalam dan lengkap sehingga kontribusi dan pemikirannya akan amat membantu proyek DAAD. “Bupati Waran punya posisi penting dalam komunitas lokal serta punya pengetahuan mendalam serta intuisi  yang tajam sehingga kehadirannya sangat penting. Ini adalah kedua kalinya kami undang beliau. Dan kami ingin optimalkan 10 hari di bulan Juni untuk membahas rencana proyek saat ini  termasuk mengatur kunjungan siswa ke Papua dan menuntaskan proposal proyek baru DAAD,” ungkjap Simone menambahkan hutan lindung Momiwaren akan dijadikan lokus penelitian dan dan pendidikan hutan hujan topis.

Seperti diketahui, pada tahun 2019 lalu, pemerintah Jerman mengundang Bupati Markus Waran untuk memperesentasikan potensi hutan lindung Momiwaren yang berada di Kabupaten Manokwari Selatan sebagai upaya untuk mendukung Papua Barat sebagai provinsi konservasi. Pada saat itu, Bupati Markus Waran mempresentasikan potensi dan keanekaragaman hayati yang ada di hutan lindung Momiwaren di hadapan 70 peserta yang berasal dari 20 Universitas di Asia yang telah memiliki program kerjasam dengan University of Gottingen Germany yang berasal dari negara Filipina, Indonesia, Mongolia, Nepal, India, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Kambodja dan lainnya.

Akademisi Universitas Negeri Papua (Unipa) Manokwari, DR. Bambang Nugroho kala itu mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda pemerintah Jerman bekerjasama dengan koleganya di Asia berkaitan dengan biodiversity dan konservasi. “Hutan lindung Momiwaren merupakan kerjasama Unipa dan Pemda Mansel untuk memproteksi dan menjaga kelestariannya sehingga dapat digunakan untuk keperluan penelitian dan ilmu pengetahuan. Dan dalam rangka memperbaiki lingkungan dan meningkatkan kerjasama dengan negara-negara di Asia, pemerintah Jerman menyediakan dana yang cukup besar  melalui alumninya yang tersebar di banyak negara untuk melakukan kerjasama dengan Universitas.  “Hutan lindung Momiwaren di Kabupaten Manokwari Selatan saat ini menjadi basis utama penelitian dan pendidikan tentang hutan tropis basah karena di dalam hutan lindung seluas 1000 ha itu, terdapat 300 spesies pohon endemik Papua Barat, khususnya di Kabupaten Manokwari Selatan,” ungkap Bambang. (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

15 − 15 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir