Minggu, April 21, 2024

Gelar Demo di Kantor Bupati, Masyarakat 11 Distrik Berkomitmen Tetap dengan Tambrauw

FEF, Kasuarinews.id – Masyarakat suku besar Mpur yang tersebar di 11 distrik pada Jumat (2/9/2022) menggelar demo di kantor Bupati Tambrauw. Kehadiran masyarakat 11 distrik ini diterima oleh Ketua DPRD Tambrauw Yeremias Sedik dan sejumlah anggota dewan serta Pj. Sekda Tambrauw Sein Hayatudin dan beberapa pimpinan OPD.
Masyarakat Mpur yang hadir membawa sejumlah pamfet dan spanduk yang intinya masyarakat 11 distrik menolak dikembalikan ke kabupaten Manokwari dan tetap memilih bergabung dengan kabupaten Tambrauw.

Tokoh Pemuda Suku Mpur, Philips Marbuan yang tampil berorasi mengatakan sejak lama suku Mpur yang dulunya mendiami 4 distrik seakan dilupakan namun sejak bergabung dengan Kabupaten Tambrauw terdapat kemajuan begitu besar. “Contoh kongkritnya, dulu anak-anak suku Mpur yang jadi PNS atau anggota dewan dapat dihitung dengan jari. Sekarang saat gabung ke Tambrauw, anak-anak Mpur banyak yang jadi anggota dewan, banyak jadi pengusaha, banyak yang jadi PNS. Untuk itu, kami menolak kembali ke Manokwari. Yang tentukan nasib kami adalah kami sendiri, bukan atas kemauan orang lain,” terangnya.

“Tidak ada siapapun dengan kepentingan apapun dapat mengeluarkan 11 distrik ini dari kabupaten Tambrauw karena kami berjuang Tambrauw ini dengan susah payah dan pengorbanan yang sangat
besar bahkan sampai korban nyawa. Maka jangan ada lagi yang debat soal 11 distrik karena kami sudah berkorban dan sudah resmi bergabung dengan Tambrauw sesuai UUD 14 Tahun 2013,” tandas Marbuan.

Setelah menyampaikan orasi, Yoel Lakemi, Kepala distrik Kebar Selatan kemudian membacakan pernyataan sikap dari pendemo, antara lain (1) masyarakat 11 distrik menolak dengan tegas pernyataan sikap oknum-oknum di Manokwari yang mengatasnamakan masyarakat 11 distrik,( 2) menolak dengan tegas penggabungan kembali masyarakat 4 distrik yang kini jadi 11 distrik ke kabupten Manokwari apalagi hal itu bertentangan dengan UU No. 14 Tahjn 2013. Jika mau, batalkan dulu UU tersebut. (3) Masyarakat 11 distrik berkomitmen teguh tetap bergabung dengan kabupaten Tambrauw sesuai dengan amanat UU No. 14 Tahun 2013. (4) menuntut Pj. Bupati dan DPRD Tambrauw meneruskan aspirasi msyarakat 11 distrik ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri.
Pernyataan sikap ini kemudian diserahkan kepada Pj. Sekda dan Ketua DPRD Tambrauw.
Ketua DPRD Tambrauw, Yeremias Sedik pada kesempatan ini menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat 11 distrik tersebut akan ditindaklanjuti oleh DPRD Tambrauw kepeda Pemerintah Pusat. (KN2)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

one × one =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir