Sabtu, Mei 18, 2024

Gelar Rakornis, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Hasilkan 13 Rekomendasi

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat pada Rabu (5/4/2023) lalu menggelar Rapat Koordinasi yang diikuti 7 Kabupaten di wilayah Provinsi Papua Barat. Rakornis yang digelar di salah satu hotel di Manokwari selama dua hari ini ditutup secara remsi oleh Gubernur Papua Barat yang diwakili Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Papua Barat, Abdul Fatah S.Pd dan menghasilkan 13 rekomendasi. Dan salah satu hasil rekomendasi yang penting yaitu peningkatakan koordinasi dan konsolidasi serta mempercepat digitalisasi dalam pelayanan perpustakaan dan kearsipan.
Dalam sambutannya Pj. gubernur berterima kasih kepada perwakilan setiap kabupaten yang mengikuti Rakornis. “Memang begitu banyak masalah internal di Dinas Kearsipan yang tentu menjadi hambatan dalam menjalankan tugas, salah satunya soal dana yang kecil. Namun saya berharap, hal itu tidak menjadi kendala dalam membangun kantor kearsipan dan perpustakaan di 7 kabupaten di Papua Barat. Tujuannya, kita meningkatakn status kearsipan dan perpusatan dari peringkat C, bisa menjadi B juga A,” ungkap gubernur berharap agar rekomendasi tersebut bisa menjadi acuan bagi pemerintah untuk melihat masalah internal dan eksternal pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan di Papua Barat.
Salah satu peserta, Soleman Jitmau, S.Pd, meengatakan Rakornis ini adalah momen dimana sesama Dinas kearsipan dan Perpustakaan melakukan konsolidasi dan singkronisasi program. “Jadi kita berharap dari rakornis yang kita laksanakan ini dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi terkait dengan masalah-masalah di bidang perpustakaan dan kearsipan di 7 kabupaten di Papua Barat yang telah terpisah dari provinsi Papua Barat Daya. Jadi pertanyaan mengapa perlu singkronisasi? Tentu dengan sinkronisasi kita perlu kejar target- terget yang diberikan oleh kantor Arsip Nasional RI atau Perpustakaan nasional. Sebab selama ini Kearsipan dan Perpustakaan Papua Barat predikatnya meningkat karena ditopang oleh kabupaten/kota yang kini telah masuk provinsi Papua Barat Daya,” ungkapnya. (KN4)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

12 − 6 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir