Kamis, Mei 23, 2024

Gereja Katolik KMS Desak Pengurus Pusat PK Evaluasi Edward sebagai Pengurus dan Ganti Alo Siep sebagai Korwil Papua Barat

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Gereja Katolik Keuskupan Manokwari Sorong (KMS) membuat keputusan tegas sebagai bentuk sikap gereja terkait Muskomda Pemuda Katolik tanggal 17-19 Februari lalu di Fakfak. Dalam surat KMS Nomor 35/A.17/II/2022.KMS tertanggal 21 Februari 2022 yang ditujukan kepada Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik di Jakarta dan ditandatangani oleh Pastor Izaak Bame sebagai Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan  Manokwari Sorong dan Pastor  Imanuel  Tenau sebagai Vikaris Yudisial KMS, diungkapkan sikap dan keputusan Gereja Katolik Keuskupan Manokwari Sorong perihal Muskomda di Fakfak tersebut.

Salah satu poit  sikap gereja itu adalah Gereja Katolik KMS dengan tegas meminta kepada Pengurus Pusat Pemuda Katolik di Jakarta agar  mengevaluasi sdr. Edward Wirawan sebagai wakil ketua bidang organisasi sebab dia dianggap tidak mampu di bidang ini. Selain itu, Gereja Katolik KMS juga meminta agar Pengurus Pusat Pemuda Katolik segera mengganti sdr. Alo Siep sebagai Korwil PK Papua Barat. Alasannya, pihak gereja tidak mengakuinya, namun pengurus pusat mempertahakannya. Jika Alo Siep tetap dipertahankan, maka pengurus pusat yang mengacaukan Pemuda Katolik di Papua Barat kini dan akan datang.

Dalam surat yang ditandatangai pastor Izaak Bame (Ketua Komisi Kerasulan Awam KMS) dan Pastor Imanuel Tenau (Vikaris Yudisial KMS) itu disebutkan sejumlah alasan mengapa pihak Gereja Katolik KMS meminta Edwar dicopot antara lain, (1) karena Gereja melihat bahwa Muskomda III Papua Barat penuh dengan kebohongan sistematis dari pengurus pusat sejak awal melalui Edward Wirawan dan  Yustinus Hendro untuk mendukung sdri. Yosepha Faan menjadi Ketua Komda kembali, (2), menyusun sambutan manipulatif seakan-akan Gubernur Papua Barat mendukung sdri Yosepha Faan untuk dipilih kembali, bukti kebohongan ini telah dibantah oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Biro Administrasi Setda Papua Barat pada berita online Garda Papua Minggu 20 Februari 2022 (3), sdr Edward Wirawan turut memverifikasi peserta Muskomda secara langsung tidak seperti lazimnya pengurus pusat menjadi pengarah dan netral, (4), sdr Edward Wirawan tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta Muskomda tentang SK ganda pengurus cabang yang ditandatangani sekretaris yang berbeda, (5), Sdr. Edwar Wirawan mensahkan pengurus cabang Kabupaten  Pegunungan Arfak padahal Tim Pastoral Wilayah Manokwari tanggal 16 November  2021 telah memutuskan bahwa tidak boleh dibentuk pengurus cabang di sana (data terlampir), apalagi Sdr.  Frans Nauw yang ditunjuk menjadi Ketua Komcab Pegaf berdomisili di Kota Sorong. Mengapa pengurus pusat Pemuda Katolik tidak menghargai keputusan hirarki Gereja Katolik KMS?

Sedangkan permintaan agar Alo Siep dicopot dari Korwil Pemuda Katolik Papua Barat didasari alasan bahwa Alo Siep tidak pernah direkomendasikan oleh Gereja Katolik Keuskupan Manokwari Sorong sebagai Korwil Pemuda Katolik Papua Barat. Apalagi, tindakan  premanisme  yang dilakukan oleh sdr. Alo Siep sejak September 2018 dengan melakukan demonstrasi menuntut Uskup Manokwari Sorong harus diganti, serta sikap yang sama pula muncul kembali pada acara Muskomda III di Fakfak dengan mengusir Pastor Imanuel Tenau, Pr yang hadir mewakili Uskup Manokwari Sorong pada acara pembukaan hingga akhir acara Muskomda III. (Cr-3)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

thirteen − 12 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir