Jumat, April 19, 2024

Hadiri Ibadah HUT GKI ke-66, Bupati Hermus Ajak Warga Mensyukuri Perjuangan Para Zendeling

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Bupati Manokwari Hermus Indou, S.IP, MH pada Rabu (26/10/2022) menghadiri ibadah syukur HUT GKI ke-66 yang digelar di stadion Sanggeng, Manokwari.

Bupati Hermus pada kesempatan tersebut mengajak seluruh warga GKI dan Manokwari agar dapat mensyukuri setiap perjuangan para Zendeling GKI di tanah Papua yang telah mendharmabaktikan jiwa raganya untuk mewartakan Injil di tanah Papua khususnya Manokwari dengan mendirikan GKI sebagai gereja yang mandiri dengan tri panggilan Gereja yaitu bersaksi, bersekutu dan melayani di tanah Papua di tengah perubahan dan tantangan zaman.

“Para zendeling  datang dari tempat yang jauh untuk memanusiakan kita di tanah Papua khususnya Manokwari. Untuk itu, mari kita bersyukur pada Tuhan yang maha kuasa dengan segenap hati kita dengan memberi penghormatan yang layak pada Tuhan yang maha kuasa atas kasihnya,” ajak bupati Hermus.

Bupati Hermus juga mengatakan bahwa GKI sebagai institusi Gereja tidak lahir secara kebetulan di tanah Papua tapi lahir karena rancangan yang kekal dari Tuhan yang maha kuasa karena visi dan rancangan Tuhan berbeda jauh dengan apa yang dipikirkan dan direncanakan manusia.

“Saya percaya tanpa penginjilan  maka tak ada pemerintah yang sah berdiri di tanah Papua  sampai kini. Untuk itu tanpa Tuhan pasti kita tak mampu berbuat apa-apa untuk diri kita sendiri juga orang lain,” tegas Hermus Indou menambahkan bahwa setiap orang Papua harus bersyukur karena para zendeling telah berkontribusi begitu besar bagi pembangunan tanah Papua karena telah memanusiakan orang Papua.

“Sama seperti para zendeling berkontribusi untuk memajukan Papua, saya juga mengajak seluruh warga GKI termasuk seluruh warga Manokwari agar mau juga berkontribusi sesuai dengan bidangnya masing-masing untuk membangun tanah Papua khususnya Manokwari sebagai rumah bersama yang aman dan damai. Misalnya dengan mendukung program pembangunan yang diprogramkan pemerintah seperti perpanjangan bandara Rendani dan hal lainnya,” ujar bupati Hermus.

GKI Harus Ikut Mendorong Penyelesaian Damai terhadap Konflik di Papua

Di sisi lain, salah satu Penatua dan Koordinator Urusan Pelayanan Pembinaan Jemaat (P2J) Di GKI Sion Sanggeng Manokwari, Yan Ch. Warinussy SH mengatakan bahwa Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua adalah sebuah gereja Kristen yang mula-mula menjadi organisasi modern pertama Orang Asli Papua (OAP).

“Saya berpandangan bahwa kehadiran GKI Di Tanah Papua yang hari kemarin (Rabu, 26/10/2022) genap berusia 66 tahun, sungguh ditantang untuk tampil sebagai gereja injili satu-satunya yang mampu memberikan perlindungan bagi berjalannya tugas pelayanan jemaat di bumi Cenderawasih. Sekaligus GKI Di Tanah Papua ditantang pula untuk ikut menyuarakan dan memperbincangkan soal dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), kekerasan bersenjata serta konflik sosial politik yang terus menerus melahirkan korban di pihak rakyat sipil, aparat pemerintah, anggota TNI-POLRI serta masyarakat adat Papua,” ujar Warinussy.

Kata dia, hal ini sesungguhnya sejalan dengan perkembangan pasca pemberitaan Injil Kristus pada 5 Februari 1855 di Pulau Mansinam oleh Carl Willem Ottouw dan Johan Gottlob Geissler. Kemudian diperdengarkan dan diperkatakan dan atau disebarkan melalui para hamba Kristus Yesus sejak dari Mansinam hingga ke seluruh pelosok tanah Papua. Selanjutnya setelah 110 tahun pelajaran Injil dan pertumbuhan iman dilkukan dan dikerjakan oleh para pendeta asal Eropah (Belanda dan Jerman), maka pada tanggal 26 Oktober 1956, bertempat di Gereja Harapan Abepura dikukuhkan berdirinya Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua. Meskipun situasi saat itu jumlah ketersediaan pendeta dan guru masih sangat terbatas di tanah Papua. Akan tetapi karena dorongan untuk memiliki Gereja sendiri yang mandiri, maka para pencetus ide bersepakat bahwa GKI Di Tanah Papua harus berdiri di Nederland Nieuw Guinea (kini Tanah Papua). Hal itu tercermin dari motto GKI Di Tanah Papua yang terdapat di dalam Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus 2 : 20. Gereja Kristen Injili di Irian Barat mengaku bahwa ialah persekutuan segala jemaat Kristen yang menurut panggilan TUHAN dibangunkan diatas alas segala Rasul dan Nabi-nabi dan yang batu penjurunya ialah Jesus Kristus sendiri. “Langkah GKI di Tanah Papua dewasa ini sungguh berada pada tantangan untuk mendorong penyelesaian damai terhadap segenap konflik sosial politik di Tanah Papua. Baik di Provinsi Papua maupun di Provinsi Papua Barat,” tadnas Warinussy. (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

14 − 9 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir