Jumat, April 19, 2024

Kabupaten Tambrauw Raih Terbaik Pertama Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2021

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Pemerintah Kabupaten Tambrauw meraih penghargaan sebagai peringkat  terbaik I (pertama)  dari Kementrian Keuangan atas Kinerja Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2021. Piagam penghargaan diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua Barat, Bayu Andy Prasetyo, SE, M.Si  dan diterima langsung oleh Penjabat Bupati Tambrauw Engelbert Gabriel Kocu, SH, MM  didampingi Kadis PMPK Tambrauw Jaconias Ajambuani pada Kamis (28/7/2022) di Kantor Bappeda Tambrauw, Fef.

Pada kesempatan itu Bupati Engelbert Kocu menyampaikan terima kasih kepada Perangkat Daerah bersama jajaran dan Pemerintahan Kabupaten Tambrauw yang telah berkontribusi dan bekerjasama selama Tahun Anggaran 2021, sehinggan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw Tahun Anggaran 2021 memperoleh Opini WTP.

“Puji Tuhan,  penghargaan demi penghargaan yang diterima adalah hasil kerja kolektif, termasuk hari ini sebagai terbaik pertama dalam pengelolaan anggaran desa tahun 2021,” ungkap Kocu.

Hal tersebut kata Bupati Kocu, menunjukkan konsistensi pengelolaan keuangan daerah tetap terjaga walaupun berada di tengah kondisi pandemi Covid-19. Dia menyebut, capaian ini menjadi bukti bahwa perangkat daerah sampai ke kampung-kampung mengelola keuangan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Prestasi yang sangat membanggakan ini merupakan perwujudan nyata dari semangat pemerintah untuk senantiasa menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik dalam pengelolaan keuangan daerah,” katanya lagi.

Dia juga menyadari bahwa pengelolaan keuangan daerah selalu dihadapkan pada perubahan peraturan perundangan-undangan yang dilandasi keinginan untuk mengelola keuangan daerah secara efektif dan efisien melalui tata kelola pemerintahan yang baik, membawa konsekuensi dalam pengelolaan keuangan daerah untuk selalu berpacu mengimplementasikan tuntutan perubahan tersebut.

“Meskipun banyak tuntutan dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik, kedepan kami bertekad untuk lebih baik lagi untuk lebih mewujudkan Tambrauw yang berkembang di berbagai sektor,” jelasnya.

Bupati Kocu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia mengaku, pihaknya tidak hanya menargetkan percepatan penyaluran tercepat dana desa. Namun Pemerintah Daerah, juga senantiasa memastikan kegiatan yang didanai oleh Dana Desa agar lebih tepat sasaran. “Jadi kita tidak hanya memastikan dana desa tersebut tersalur dengan cepat, namun kita juga harus memastikan dana desa itu lebih tepat sasaran dan termasuk juga kualitas fisiknya jika itu infrastruktur,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Papua Barat Bayu Andy Prasetyo menyatakan, bahwa Kanwil DJPb adalah perwakilan Kementrian Keuangan di daerah yang akan mengawal pengelolaan keuangan dan hubungan keuangan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

“Tugas Kanwil DJPb mengawal pelaksanaan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan publik, termasuk di Kabupaten Tambrauw,” Andy.

Dia menyatakan bahwa hal ini dilakukan untuk mewujudkan Pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang berkualitas, transparan dan akuntabel di wilayah Provinsi Papua Barat. “Selamat untuk Pemerintah Kabupaten Tambrauw, semoga kedepan Pengelolaan anggarannya lebih berkualitas, transparan, dan akuntabel,” ucapnya mengkhiri.

Di sisi lain, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Tambrauw, Yaconias Ajambuani  mengaku bersyukur atas penghargaan tersebut. Sebab katanya, ini bukti adanya produktifitas kinerja di lingkup Pemkab, khususnya di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung.

Menurutnya, penentu yang utama adalah komunikasi dan koordinasi. Dengan begitu, pihaknya lebih proaktif bekerja dalam mencapai target yang diberikan oleh Kementerian.  “Kami setiap saat mendorong teman-teman Kepala Desa untuk percepatan realisasi, baik realisasi program maupun realisasi pencairan keuangannya,” kata mantan Sekretaris Bappeda Tambrauw ini.

Dia menyebut tanpa realisasi program secara fisik, maka pencairan juga akan berdampak lambat. Olehnya itu diperlukan komunikasi yang baik. “Intinya di komunikasi dan koordinasi. Kalau ada yang lambat-lambat lagi, kita dorong lagi, kita hubungi secara persuasif pertanyakan pertanggungjawaban dan pencairannya, supaya teman-teman merasa dihargai,” terangnya.(KN2)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

nineteen − 18 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir