Jumat, Juli 19, 2024

Kadis Dukcapil Mansel Beri Peringatan Keras ke Staf agar Tidak Lakukan Pungli Saat Pengurusan Adminduk

RANSIKI, Kasuarinews.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Manokwari Selatan, Elli Dahlia Kartika Sembor memberi peringatan tegas dan keras bagi seluruh stafnya agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh warga masyarakat yang hendak melakukan pengurusan  administrasi kependudukan (Adminduk).

“Saya pastikan bahwa pengurusan adminduk di Mansel itu gratis, alias tidak ada pungutan. Untuk itu, kepada seluruh staf, saya sudah beri penegasan dan peringatan keras agar jangan coba-coba melakukan pungutan liar (Pungli) kepada warga yang mengurus adminduk. Sekali lagi tidak boleh sama sekali. Kita kerja ini untuk masyarakat sehingga saya minta ke seluruh staf agar dapat bekerja dan melayani masyarakat dengan baik. Bapak Bupati selalu memberi pesan dan perintah agar sebagai pimpinan, kami bertugas melakukan pembinaan kepada staf. Untuk itu, sebagai pimpinan saya berusaha membina para staf agar dapat bekerja maksimal dengan tetap menjaga integritas diri lewat sikap disiplin yang tinggi, jujur, tidak korupsi, setia dan sebagainya,” tandas Elli Dahlia Sembor, Kamis (9/6/2022)

Untuk itu, dia meminta agar seluruh masyarakat di Kabupaten Manokwari Selatan dapat mengurus adminduknya ke Kantor Dukcapil Mansel. “Selain karena gratis, kita usahakan agar dapat selesai 1 X 24 jam. Dan untuk meningkatkan pelayanan, pihaknya membagi sistem shift bagi para ASN termasuk honorer. Umumnya setiap hari ada sekitar 30 orang yang mengurus adminduk di Dinas Ducakpil Mansel,” ujar Dahlia Sembor.

Untuk saat ini, kata dia,  telah terjadi perubahan dalam sistem pelayanan Dukcapil yang sudah terpusat.  “Jadi tidak ada lagi regulasi daerah yang selama kita pakai tetapi sudah terpusat. Artinya, seluruh pelayanan adminduk sudah terpusat. Contoh di Dukcapil Mansel, ada operator Dapuk dan operator Capil terpusat sehingga  ada sejumlah perubahan yang ditata terkait sistem dan SDM dimana hanya dengan 1 orang petugas sudah dapat mengerjakan semuanya. Dengan sistem itu, misalnya jika ada warga masyarakat yang mengurus KTP atau akte bisa ditangani oleh 1 petugas,” ungkap Dahlia Sembor.

Dengan perubahan sistem itu, lanjut Dahlia,  para petugas harus lebih banyak belajar untuk memahami sistem yang ada. “Dulu bisa urus lewat pintu belakang, tetapi sekarang sidah tidak bisa  karena butuh verifikasi dari pejabat yang ada. Sistem baru ini lebih menghemat waktu. Dan jika jaringan baik, pengurusannya lancar karena terkoneksi langsung ke pusat,” ungkapnya.

Menurut dia,  hadirnya inovasi berupa Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) terpusat akan semakin memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai administrasi kependudukan atau Adminduk.

Sebab, sebagai syarat utama dalam identitas digital, SIAK Terpusat membuat pelayanan adminduk di berbagai daerah, termasuk dalam dan luar negeri dapat diintegrasikan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengurus dokumen Adminduk di mana pun dan kapan pun. “Jadi dengan SIAK Terpusat, penduduk di mana pun bisa mengurus layanan dari manapun,” tegasnya.

Dia kemudian memberikan contoh lainnya. Seorang penduduk yang ber-KTP Biak, Provinsi Papua yang mendapatkan penugasan di Ransiki, Mansel. Apabila penduduk tersebut melahirkan di luar alamat domisili sesuai KTP-el, maka mengurus akte kelahiran anaknya dia tak perlu kembali ke Biak. Sebab pengurusannya dapat dilakukan secara online atau daring melalui sistem SIAK Terpusat.

“Jadi dengan SIAK Terpusat tidak ada lagi pilihan-pilihan kita untuk tidak mau. Jadi seperti ini sudah bisa kita lakukan sekarang, walaupun belum merata,” cetusnya.

Secara singkat, sistem Dukcapil terus mengalami transformasi. Dimulai sejak 1995 dengan nama Sistem Manajemen Informasi Kependudukan (SIMDUK), lalu berubah pada 2000 menjadi Sistem Informasi Registrasi Penduduk (SIREP), dan terakhir pada 2020 berubah lagi menjadi SIAK Terpusat.

Kata Elli Dahlia Sembor, adaptasi sistem secara digital atau online bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Apalagi, perubahan dan perkembangan sistem teknologi dan informasi berkembang kian pesatnya mengikuti tuntutan zaman.  Karena itu, layanan Dukcapil harus adaptif merespons dan menjawab tantangan kebutuhan masyarakat dengan pelayanan yang cepat, akurat dan berkualitas. Dukcapil. (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

19 − eighteen =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir