Senin, Juni 17, 2024

Kasus Bupati Bogor, Warinussy: Jalan Masuk bagi KPK Telusuri Pemberian Opini WTP bagi Sejumlah Pemda di Tanah Papua

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Terjaring dan ditangkapnya Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin bersama 11 orang pejabat dan Aparatus Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah Bogor serta beberapa pihak dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat. Hendaknya hal ini membuka mata semua rakyat Indonesia, termasuk di Tanah Papua bahwa pemberian opini wajar tanpa pengecualian atau WTP yang diberikan BPK untuk laporan keuangan pemerintah daerah tak terlepas dari perilaku koruptif.

“Sebagai Advokat dan Pemerhati Tindak Pidana Korupsi di Tanah Papua, saya nyaris menduga bahwa beberapa catatan perolehan opini WTP di sejumlah pemerintah daerah di Tanah Papua juga “menyimpan rahasia” yang patut ditelusuri oleh sejumlah lembaga penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan disini,” ujar Praktisi Hukum dan pemerhati Tindak Pidana Korupsi di tanah Papua, Yan Ch. Warinussy, SH, Rabu (4/5//2022).

Bahkan bukan tidak mungkin, kata Warinussy,  Komisi Pemberantasan tindak pidana Korupsi (KPK) dapat ikut menelusurinya. Jika terdapat dugaan semacam itu, maka sedapat mungkin diselidiki secara profesional dan diungkapkan, agar jelas bahwa ternyata biaya negara yang sesungguhnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, malah dikorupsi untuk memberi suap kepada oknum-oknum auditor yang tidak bertanggung jawab menurut hukum dan cenderung bersifat busuk. Penangkapan Bupati Bogor Ade Yasin berikut beberapa pejabat dan ASN bahkan oknum petugas BPK jelas menunjukkan fakta jika perbuatan semacam ini memang dikehendaki dan disadari. Yang dari sisi ilmu hukum pidana justru kian memperkuat pemenuhan azas praduga bersalah penyidik KPK terhadap Bupati Bogor dan para koleganya tersebut. Kiranya hal ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi para pimpinan daerah di Tanah Papua, baik di Provinsi Papua maupun Provinsi Papua Barat. (KN2)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

1 × three =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir