Sabtu, April 20, 2024

Lantik Kepala Kampung Distrik Moraid dan Selemkai, Tokoh Pemuda: Pj. Bupati Sorong Hanya Lanjutkan Apa Yang Telah Dilakukan Pendahulunya

SORONG, Kasuarinews.id – Pelantikan sejumlah kepala kampung di distrik Moraid dan Selemkai pada tanggal 15 September 2022 lalu yang dilakukan oleh Pj. Bupati Sorong Jan Piet Moso menuai kecaman keras dari sejumlah tokoh masyarakat dan politisi Kabupaten Tambrauw, salah satunya tokoh masyarakat Tambrauw Philips Marbuan yang beredar luas di media massa. Tokoh itu menilai apa yang dilakukan Pj. Bupati Sorong menyalahi aturan main karena 2 distrik tersebut secara administrasi dan hukum ada di wilayah Kabupaten Tambrauw. Menyikapi hal tersebut, salah seorang tokoh pemuda dan anak negeri distrik Moraid dan Selemkai dari Kampung Della, Frengky Gifelem  mencoba mengurai persoalan tersebut dan mendudukan pada porsi yang sebenarnya.

“Jika mau berpikir secara arif dan bijaksana, apa yang dilakukan oleh Pj. Bupati Sorong Jan Piet Moso tidak serta-merta dapat disalahkan. Saya kira, sebagai seorang penjabat bupati, saudara Jan Piet Moso juga sangat memahami aturan main. Jika suah demikian, pertanyaannya, mengapa beliau sampai hadir melantik para kepala kampung di 2 distrik itu? Sudah pasti ada alasannya karena tidak mungkin Pj bupati bawah diri begitu saja,” ujar Gifelem, Senin (26/9/2022).

Menurut tokoh pemuda ini, persoalan 2 distrik yaitu Moraid (versi Pemerintah Tambrauw atau Mega (versi pemerintah kabupaten Sorong) dan distrik Selemkai sampai saat ini  belum dibicarakan tuntas. “Pemerintah Tambrauw anggap sudah tuntas, tetapi pemkab Sorong anggap belum. Makanya, ada 2 kantor distrik wilayah itu. Ini menjadi tanda bahwa, persoalan belum selesai yang berujuang pada pelantikan kepala kampung beberapa waktu lalu. Kalo mau jujur, semua harus duduk bersama untuk bicara baik-baik sehingga jangan sampai rakyat menjadi korban. Artinya, mungkin di tingkat masyarakat sudah selesai, tetapi yang masih berkelahi dan mempertahankan ego adalah pejabatnya sehingga mewariskan hal yang tidak baik kepada penerusnya. Dan itulah yang dialami Pj, Bupati Sorong saat ini,” jelas Gifelem.

Untuk itu kata Gifelem, pelantikan sejumlah kepala kampung di distrik Mega (versi Sorong) dan Selemkai  bukan semata-mata kesalahan Pj. Bupati Sorong saat ini tetapi kesalahan para pendahulunya yaitu mantan Bupati Stevanus Malak dan John Kamuru yang tidak pernah menyelesaikan persoalan dua distrik tersebut secara tuntas. “Kesalahan itu sudah dari awal karena tidak pernah diselesaikan sehingga siapapun pejabat pengganti tetap akan mengikuti hal yang sama. Jadi apa yang dilakukan Pj. Bupati Sorong saat ini hanya melanjutkan apa yang sudah dilakukan pejabat sebelumnya. Hal ini memang kelihatan aneh dan tidak masuk akal tetapi faktanya demikian karena persoalan tidak pernah diselesaikan,” tandas Gifelem. (KN1)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

1 × 2 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir