Sabtu, Mei 18, 2024

Legislator Ini Sebut Bupati Tambrauw ke depan Harus Memenuhi Kriteria Ini

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Setelah Bupati Gabriel Asem, SE, M.Si mengakhiri masa jabatannya pada tanggal 22 Mei 2022, muncul sejumlah nama yang digadang-gadangkan akan meneruskan tongkat estafet  kepemimpinan di wilayah yang dijuluki sebagai kabupaten konservasi tersebut. Mulai dari birokrat, politisi, pengusaha, hingga tokoh masyarakat. Mereka itu diantaranya Thomas Kofiaga (Kadis Pertanian Tambrauw), Drs. Barnabas Sedik (Anggota DPR Papua Barat), Harun Bonepai (Kepala Kesbangpol Tambrauw), Yusak Wabia (mantan Kadis Pariwisata Papua Barat/birokrat), Thomas Gewab (Staf Ahli Bupati Tambrauw/Birokrat), Mesak Yekwam (mantan wakil bupati Tambrauw/politisi PDIP),   Oscar Bame (mantan birokrat), Vinsen Tawer (anggota DPRD Tambrauw/politisi PDIP), Yeremias Sedik (Ketua DPRD Tambrauw/politisi Golkar), Paulus Ajambuani (Wakil Ketua  DPRD Tambrauw/politisi Gerindra), Yosep Airai (Wakil Ketua DPRD Tambrauw/politisi Nasdem), Paul Baru (aktivis, tokoh muda dan intelektual Tambrauw), Yohanes Yembra (mantan wakil bupati Tambrauw), Engelbert Kocu (Plt. Bupati Tambrauw), Yan Kinho (pengusaha) dan sejumlah nama lainnya.

”Siapapun warga negara Indonesia dan putra-putri terbaik Tambrauw yang telah memenuhi syarat punya hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin di daerahnya. Namun yang paling penting setiap orang harus dapat mengukur kemampuan dirinya dari segala segi. Artinya, jangan hanya punya nafsu dan ambisi yang besar tetapi minus kemampuan. Dan perlu diingat, Pilkada 2024 itu pemilihan bupati bukan pemilihan  ketua kelas,” ujar anggota DPRD Tambrauw Yohanes Yesawen beberapa waktu lalu.

Politisi PKB ini mengatakan, pemimpin Tambrauw ke depan harus  memenuhi sejumlah kriteria.

Salah satunya, kata dia, Kabupaten Tambrauw ke depan membutuhkan sosok pemimpin berjiwa nasionalis yang mamu berdiri di tengah. Artinya, pemimpin yang bisa menjadi ’orangtua’ yang mampu merangkul dan mengayomi seluruh warga masyarakat Tambrauw tanpa membedakan suku, agama dan latar-belakang. ”Kabupaten Tambrauw itu terdiri dari beberapa suku yang dimekarkan dari 2 kabupaten induk yaitu Manokwari dan Sorong. Untuk itu, bagi saya, pemimpin Tambrauw ke depan itu harus mampu menyatuhkan perbedaan-perbedaan itu dan mampu merangkul dan menyatuhkan semua perbedaan yang ada menjadi satu kekuatan besar untuk membangun Tambrauw ke depan. Istilahnya dia harus menjadi orang tua yang menyatuhkan semua warga dalam suatu rumah besar yang bernama Kabupaten Tambrauw,”tandas Yosep. (Omar)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

14 + 3 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir