Jumat, April 19, 2024

Legislator Ini Soroti Pembayaran Honor Aparat Kampung di Tambrauw Yang Tidak Tepat Waktu dan Sering Disunat

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Anggota DPRD Tambrauw, Dominggus Manim meminta kepada Pemerintah Tambrauw melalui OPD teknis terkait agar lebih serius memperhatikan kesejahteraan petugas aparat kampung dengan membayar honor mereka tepat waktu dan tanpa ada pemotongan-pemotongan.

“Sebagai anggota dewan dari wilayah Pantura mulai dari distrik Mubrani hingga distrik Abun, setiap kali ketemu aparat kampung, keluhan mereka selalu sama. Mereka selalu tanya honor aparat kampung dan mengeluh soal pembayaran honor aparat kampung yang tidak benar bahkan selalu tidak tepat waktu,” ungkap Dominggus.

Menurut Domonggus, berdasarkan informasi yang diterimanya, banyak aparat kampung mengatakan bahwa meski mereka telah bekerja keras namun honornya belum dibayar. “Aparat kampung mengeluh, honor sebagai aparat kampung tidak dibayar secara benar. Artinya, kadang dibayar 6 bulan sekali bahkan lebih, itupun sudah dipotong sana-sini. Misalnya, sampai saat ini mereka mempertanyakan honor tahun 2022 yang sampai saat ini tidak dibayar. Para aparat kampung ini mengusulkan agar kalo bisa honor mereka dibayar per triwulan setiap tanggal 10 bulan berjalan sehingga dalam setahun ada 4 kali pembayaran,” jelas Dominggus politisi Golkar ini.

Legislator ini mensinyalir bahwa lambatnya pembayaran honor aparat kampuing salah satunya disebabkan karena pengelolaan dana yang tidak jelas dari OPD teknis terkait. “Saya menduga, jangan sampai honor aparat kampung itu dibayar lambat karena digunakan untuk pos lainnya. Untuk itu, saya minta pemerintah kalo ada utang jangan mengambilnya dari pos aparatur kampung. Aparat kampung itu umumnya berasal dari masyarakat ekonomi lemah, sudah susah tetapi masih dipersulit lagi. Saya menduga ada oknum-oknum di pemerintahan masih kuras lagi. Pemerintah Tambrauw tolong jangan buat dosa untuk Tambrauw,” ungkap Dominggus.

Kata dia, Kabupaten Tambrauw memiliki wilayah yang sangat luas dengan medan yang amat berat. Untuk itu, untuk membangun Tambrauw agar menjadi lebih baik, dibutuhkan orang yang mau bekerja keras dan jujur untuk membangun masyarakat dan wilayahnya. “Saya lihat selama ini, banyak oknum ASN di Tambrauw yang bekerja tidak jujur. Artinya, mereka bekerja hanya dengan motivasi mengumpulkan uang kemudian uang itu dibawah keluar Tambruaw untuk kepentingan pribadinya. Jadi Tambrauw itu hanya jadi tempat cari uang saja. Saya bicara ini berdasarkan kenyataan dan tidak ada yang berani membantahnya. Kalo kerja di Tambrauw hanya dengan motivasi kumpul uang, lebih baik bertobat karena alam Tambrauw akan menyeleksi setiap orang yang bekerja di sana. Saya ingat pesan agung Rasul Bangsa Papua, IS. Kijne, yaitu barang siapa bekerja dengan jujur di atas tanah ini (termasuk tanah Tambrauw), akan melihat tanda heran satu ke tanah heran berikutnya. Pesan itu belum dijiwai benar di Tambrauw. Yang saya heran, mayoritas orang di Tambrauw itu Kristen tetapi mereka bekerja tidak jujur, masih lakukan hal-hal yang kotor. Pemerintah itu sudah diberi gaji tetapi masih saja mengambil hak orang kecil terutama rakyat. Jadi saya hanya pesan, siapapun yang bekerja di Tambrauw harus bekerja dengan iklas dan jujur,” tandas Dominggus. (KN1)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

12 + 20 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir