Jumat, April 19, 2024

Lepas Pawai Budaya Religi, Pj. Gubernur Papua Barat: Jangan Mudah Terprovokasi

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Pj. Gubernur Papua Barat,  Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw melepas peserta pawai budaya religi memperingati HUT Pekabaran Injil ke-168 Tanggal 5 Februari 2023.

Pj. Gubernur Paulus Waterapuw  mengatakan, pawai budaya religi sangat penting dilaksanakan. Dari budaya religi kita bisa mengenal seni dan budaya semua suku Nusantara yang ada di Provinsi Papua Barat, lebih khusus di Kabupaten Manokwari.

“Hari ini kita berjalan kurang lebih 3,5 km. Apakah bapak, ibu, adik-adik dan saudara sekalian dapat melakukannya? Bukan berjalan 3 hari tetapi 3,5 km. Coba kita bayangkan, Ottow dan Geisler rela meninggalkan kampung halaman mereka di Eropa sana, berlayar menempuh perjalanan yang sangat jauh dan menantang hanya untuk sampai ke Papua untuk membuka tabir kegelapan demi mengangkat harkat dan martabat bangsa Papua. Saya berharap, sambil berjalan kita dapat merenung napak tilas Ottow dan Geisler terutama merenung kehidupan yang Tuhan sudah berikan  kepada kita semua sebagai generasi muda bangsa dan pengikut Kristus. Kita harus lebih kuat dari orang tua kita terdahulu yang menerima kedua hamba Tuhan  Ottow dan Geisler dalam keadaan terbatas,” jelas Waterpauw.

Menurut Waterpauw pawai budaya religi  dapat menyadarkan publik bahwa di Papua Barat khususnya Manokwari  terdapat beraneka ragam suku, ras, budaya dan agama dan bahasa yang hidup berdampingan dengan aman dan  damai penuh persaudaraan.

“Dan selama ini, semua bisa berdampingan membentuk kebersamaan dan sikap saling menghargai antara satu dengan yang lain. Toleransi terjawantahkan secara baik di Manokwari dan Papua Barat umumnya,” kata Waterapuw sambil berharap kekayaan budaya itu harus terus  dipertahankan, termasuk merawat kerukunan antara umat beragama dan antar suku di Papua Barat.

Kata dia, kegiatan pawai budaya religi tersebut sekaligus mempertegas komitmen masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah ujung timur negeri ini.

“Pada kesempatan yang baik ini sekali lagi saya minta terutama kepada generasi muda, anak-anak muda penerus bangsa ini, harus kuat menghadapi segala tantangan. Jangan mudah  terprovokasi dengan hal-hal yang tidak benar. Jangan mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok tertentu hanya untuk kepentingan sesaat. Kita harus punya satu tujuan untuk memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dan sejahtera. Kemajemukan suku, agama dan ras itu harus tetap kita jaga dan rawat karena merupakan kekuatan bangsa kita,” tandas Waterpauw

Terdapat kurang lebih 40 paguyuban dan lembaga terlibat dalam kegiatan ini. Seni budaya dari masyarakat Maluku Tengah, Tanimbar, Minangkabau, Jawa, Madura, Sangir, Tionghoa, Manado, Toraja, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Kalimantan, Batak,  Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua tampil dengan keunikan dan pesona masing-masing.(KN5)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ten + nineteen =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir