Senin, Desember 11, 2023

LP3BH Manokwari Ambil Langkah Hukum Terkait 12 Mahasiswa Unipa Yang Dibawah dan Dimintai Keterangan oleh Polisi

MANOKWARI, Kasuarinews.id- Direktur Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Ch. Warinussy, SH dalam pres rilisnya, Selasa (23/11/2021) mengatakan sebanyak 12 orang mahasiswa yang sempat dibawa dan dimintai keterangan oleh aparat Polisi, Brimob dan TNI di Asrama Mahasiswa Kabupaten Mimika, Senin (22/11)  pada Selasa (23/11) sore  mendatangi Kantor LP3BH Manokwari. 12 mahasiswa itu ditemani sejumlah penghuni asrama Mahasiswa Mimika dan penghuni Asrama Mahasiswa Kabupaten Puncak di Amban, Manokwari.

“Saya sendiri yang bertemu langsung dengan para mahasiswa tersebut. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, para mahasiswa menjelaskan kronologis sejak awal asrama mereka itu didatangi anggota polisi dan TNI serta anggota Brimob di bawah pimpinan Wakapolres Manokwari Kompol Agustina Sineri. Saat itu sekitar jam 08:40 wit, tiba-tiba Ibu Agustina Sineri mantan Kapolsek Amban (kini Wakapolres Manokwari) beserta beberapa anggota polisi dan Brimob berpakaian seragam dengan menghunus senjata api lengkap dalam posisi dihadapkan kepada kami masuk asrama dan tanya kami apakah ada orang DPO Kasus Maybrat yang masuk ke asrama? Kami jawab kami tidak tahu”, ujar salah satu penghuni asrama Mimika yang tidak bersedia namanya ditulis,” ungkap Warinussy.

Sementara itu, kata Warinussy, Engelbertus Beanal (27) yang sempat dibawa oleh polisi untuk diperiksa di Mako Brimob Polda Papua bertutur : “pagi itu saya sedang siap-siap mau ikut yudisium di Fakultas Teknik Universitas Papua (FT Unipa), karena itu saya naik ke lantai dua dan buka hp saya untuk mau dihubungkan (connecting) ke kampus, tapi dari lantai dua asrama saya lihat ke bawah ke pagar halaman asrama ada sejumlah anggota Polisi, TNI dan Brimob mereka dalam posisi siaga dengan mengarahkan senjata api dan mengepung asrama, jadi saya langsung tidak jadi lanjutkan yudisium dan saya turun ke lantai dua untuk menemui Ibu Sineri dan para anggotanya”.

READ  Sadis! Kadispora Papua Barat Aniaya 3 Wanita Bawahan yang Protes soal Atlet

Para penghuni asrama Mimika sangat heran dengan sikap anggota polisi, TNI dan Brimob yang pagi itu (Senin, 22/11) memasuki asrama dengan cara mendobrak pintu-pintu kamar mahasiswa, lalu menggeledah isi kamar hingga lemari-lemari dibuang begitu saja ke lantai dan dibiarkan berserakan. “Kami pikir ini aparat negara atau preman? Sebab mereka datang tiba-tiba dan tidak menunjukkan surat perintah tugas atau surat perintah penggeledahan, tapi tanya kami, kamu tahu ada DPO Maybrat yang masuk di asrama ini, kami jawab kami tidak tahu soal Maybrat, karena kami ini anak mahasiswa dari Kabupaten Mimika di Provinsi Papua, lalu aparat ini langsung ambil kami punya topi, baju kaos dan gelang yang ada motif dan gambar bendera Bintang Kejora”, jelas Amsal Yohame.

READ  Dinilai Terlalu Kecil, Keluarga Korban Tolak Uang Duka dari Manajemen Double O Sorong

“Romario Uamang menambahkan bahwa awalnya dia bersama 8 (delapan) orang rekannya dibawa oleh aparat untuk dimintai keterangan di Mako Brimob. Lalu menyusul 3 (tiga) orang teman lainnya dibawa juga menyusul mereka untuk diperiksa. Dua diantaranya adalah mahasiswa dari Asrama Mahasiswa Kabupaten Puncak. “Kami diperiksa dari jam 10 pagi sampai jam 18:00 wit petang baru kami dilepaskan”, tambah Januarius Amokwame.

Selama diperiksa oleh para penyidik pembantu dari Polres Manokwari, para mahasiswa mengaku mereka ditanyakan di sekitar kasus Maybrat yang dijawab dengan singkat bahwa mereka tidak mengetahuinya. “Lalu kami juga ditanya soal penyelenggaraan Hari ulang tahun Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang dilaksanakan dalam bentuk ibadah pada Jum’at, 19 November 2021 lalu di asrama Mimika”, jelas Engelbertus Beanal lagi,” tutur Warinussy menirukan keterangan dari mahasiswa.

Dia mengatakan, para mahasiswa ini juga melaporkan ketidak puasan mereka atas tindakan aparat Polres Manokwari yang cenderung dinilai berbau rasis, karena menodongkan senjata api ke arah setiap mahasiswa di kamar tidur dan lingkungan asrama, lalu melakukan penggeledahan dengan cara membuang buku-buku dan pakaian berserakan di lantai kamar dan merusak pintu kamar maupun almari mereka. “LP3BH Manokwari segera menindaklanjuti laporan para mahasiswa tersebut sesuai mekanisme hukum dan hak asasi manusia yang berlaku secara universal. Termasuk akan mengambil langkah hukum yang penting,” ungkapnya. (Omar)

READ  Banyak Dugaan Kasus Korupsi Mandek, Praktisi Hukum Minta Kapolda Evaluasi Kinerja Dirreskrimsus Polda Papua Barat

 

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir

error: Content is protected !!