Jumat, April 19, 2024

LP3BH Manokwari Kembali Pertanyakan Perkembangan Penyelidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan ATK pada BPKAD Kota Sorong

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Ch Warinussy, SH kembali mempertanyakan kelanjutan dan perkembangan penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi Pengadaan ATK dan Barang Cetakan tahun anggaran 2017 senilai Rp.8 Miliar pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sorong.
“Sebab sejauh yang kami ikuti bahwa Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sorong Erwin Priyadi Hamonangan Saragih melalui mantan Kasubsi Penyidikan yaitu Stevi Ayorbaba pernah telah memeriksa sekitar 20 orang saksi. Termasuk juga jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong telah memeriksa Walikota Sorong Lambert Jitmau,” ujar Warinussy, Kamis (21/4/2022).
Sehingga kata dia, berdasarkan amanat UU No.8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), maka Kajari Sorong sesungguhnya memiliki kewenangan penuh untuk menindaklanjuti penyelidikan kasus tersebut hingga bisa meningkatkan tahapan ke tahap penyidikan. Kemudian Kajari Sorong dapat menetapkan siapa yang dapat dipertanggungjawabkan menurut hukum sebagai tersangka disertai jumlah kerugian negara dalam kasus tersebut.
“Menurut saya, sesungguhnya proses hukum kasus dugaan tindak pidana korupsi ATK dan Barang Cetakan Tahun Anggaran 2017 pada BPKAD Kota Sorong ini tinggal menunggu kemauan baik dan keberanian seorang Kajari Sorong semata. Bahkan dukungan penuh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat juga sangat diperlukan,” tandas Warinussy. (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

12 + 4 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir