Sabtu, Mei 18, 2024

Naik Status sebagai Jemaat Mandiri, Jemaat GKI Gunung Tabor Soribo, Manokwari Gelar Ibadah Syukur

 MANOKWARI, Kasuarinews.id –  Bakal Jemaat GKI Gunung Tabor Soribo, Manokwari merupakan jemaat binaan atau Pos Pelayanan dari Jemaat GKI Efrata Wosi. Namun dalam sidang Sinode GKI di Waropen dan dalam Sidang Klasis GKI Manokwari ke-23 di Jemaat Bathera Pelepasan Mandopi beberapa waktu lalu, bakal jemaat  Gunung Tabor ditingkatkan statusnya menjadi jemaat defintif atau sebagai jemaat mandiri, terpisah dari Jemaat GKI Efrata Wosi. Untuk mensyukuri peningkatan status ini, pada Sabtu (15/10/20222) kemarin digelar ibadah syukur dan pentahbisan  Jemaat GKI Gunung Tabor, Soribo yang dipimpin Pnt. Ririn Tresia Sriwardani, S.Si.Teo. Hadir pada ibadah syukur ini seluruh warga jemaat dan juga Bupati Manokwari yang diwakili Asisten I Setda Manokwari, Wanto, S.Sos,  Polda Papua Barat diwakili Direktur Narkoba Polda Papua Barat Kombes A. Napitupulu, S.IK serta Ketua Klasis GKI Manokwari Pdt. Melianus Warfandu.

Dalam refleksinya yang dikutip dari 1 Tesalonika 2:13-20, Ririn Tresia mengajak seluruh warga jemaat untuk selalu bersyukur atas apa yang dialami dalam kehidupan, termasuk dalam hidup menggereja. Ibadah syukur ini juga diisi dengan puji-pujian dari PAR, PAM, PW, PKB.

Bupati Manokwari yang diwakili Asisten I, Wanto, S. Sos dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada warga jemaat GKI Gunung Tabor Soriba yang bisa naik status dari bakal jemaat  menjadi jemaat definitif. “Perubahan status ini tidak mudah karena sejumlah syarat harus dipenuhi tetapi kita bersyukur, bakal jemaat ini berhasil melewati proses itu sehingga kini menjadi jemaat mandiri,” ujar Wanto.

Dirnarkoba Polda Papua Barat, Kombes A. Napitupulu, S.IK berharap gereja harus membuka diri untuk mengikuti perkembangan mengenai isu-isu  aktual baik lokal, nasional maupun isu global. Misalnya, persoalan narkoba yang menjadi isu global karena mengancam masa depan jutaan umat manusia. Gereja harus ikut memberikan pemahaman kepada warganya untuk ikut memerangi narkoba karena gereja adalah pusat berkumpulnya warga masyarakat. Untuk itu, gereja harus menjadi pusat informasi untuk menyebarkan kabar baik dan keselamatan bagi semua orang.

Ketua Klasis GKI Manokwari, Pdt. Melianus Warfandu juga mengucapkan selamat atas perubahan status jemaat ini. “Dulu GKI Klasis Manokwari membawahi  40 jemaat namun setelah sidang Klasis di Mandopi beberapa waktu lalu, ada penambahan jemaat mandiri yang kini menjadi 46 jemaat mandiri di Klasis Manokwari. Dengan perubahan status ini, kita berharap agar jemaat GKI Gunung Tabor Soribo  mau terus bekerjasama dan giat dalam pelayanan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang yang ada  di atas Puncak Soribo dan sekitarnya. (KN5)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

7 + eleven =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir