Jumat, April 19, 2024

Namanya Digadang-Gadang Menjadi Caretaker Gubernur Papua Barat, Prof. Agus Fatem: Saya Siap Lahir Batin

MANOKWARI, Kasuarinews.id -Ada tujuh gubernur di seluruh Indonesia yang akan berakhir masa jabatannya pada tahun 2022 yang akan datang, salah satunya Gubernur Provinsi Papua Barat Drs. Dominggus Mandacaan yang mengakhiri masa jabatannya pada Mei 2022 mendatang.

Dan berdasarkan aturan Pasal 201 ayat 9 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, untuk mengisi kekosongan jabatan gubernur dan wakil gubernur yang berakhir pada masa jabatannya tahun 2022 diangkat Pejabat Gubernur sampai dengan terpilihnya gubernur dan wakil gubernur baru melalui pemilihan serentak nasional pada tahun 2024.

Mekanisme pengangkatannya berdasarkan usulan dari provinsi atau daerah ke Kementerian Dalam Negeri. Bila tidak ada usulan maka Kementerian Dalam Negeri bisa menunjuk salah satu pejabatnya yang berkemampuan melaksanakan tugas-tugas kegubernuran.

Untuk provinsi Papua Barat, salah satu figur yang digadang-gadangkan untuk menjabat caretaker gubernur Papua Barat adalah Prof. DR. Agustinus Fatem, MT.

Pengalaman Prof. Agus Fatem, di bidang pemerintahan sangat mumpuni karena beliau saat ini bertugas sebagai seorang ASN di Kementerian Dalam Negeri dan juga pernah menjabat Dekan Fakultas Tehnik Universitas Cendrawasih, Jayapura.

Ketika berbincang dengan Kasuarinewes.id pada Senin (11/4/2022), Prof. DR. Agustinus Fatem  mengaku jika dipercaya pemerintah, dirinya siap mendharma-bhaktikan dirinya  untuk melayani masyarakat di Papua Barat.

“Saya ini seorang ASN. Tugas kita hanya eksekusi semua keputusan pemerintah demi pelayanan kepada rakyat. Dan secara pribadi juga  sebagai seorang intelektual Papua asal Kabupaten Maybrat dari suku Aifat, saya  sangat siap jika pemerintah memberi penugasan dan rakyat Papua Barat menghendaki saya menjalankan tugas pemerintah di Provinsi   Papua Barat, saya sangat siap,” ujarnya.

Prof. Fatem mengatakan, sebagai seorang anak adat, untuk memulai sesuatu apalagi untuk mengemban tugas yang berat demi bangsa dan negara, tentu mengawalinya dengan mendapat restu dari pelbagai pihak mulai dari keluarga, kelompok suku, lembaga adat, lembaga agama, termasuk MRPPB, DPR, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, Perguruan Tinggi, LSM dan kelompok lainnya.

“Memang selama ini saya sibuk merancang dan membuat konsep terutama visi-misi   kandidat kepala daerah namun kali ini saya juga coba jadi pemimpin. Tujuannya,  agar saya juga merasakan pahit manisnya menjadi seorang pemimpin di pemerintahan. Kata orang, arsitek juga merangkap pemain,” ungkap Prof Agus Fatem sambil tertawa. (AN)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

four × three =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir