Minggu, April 21, 2024

Papua Barat Masih Bebas Penyakit Mulut dan Kuku Hewan

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, drh. Hendrikus Fatem di sela-sela perayaan HUT Paroki St. Agustinus Manokwari, Sabtu (20/8/2022) mengatakan sampai saat ini, Provinsi Papua Barat   masih bebas dari penyakit mulut dan kuku hewan.

Menurut Fatem, penyakit Mulut dan Kuku atau PMK pada hewan yang saat ini merambah beberapa daerah di Indonesia disebabkan oleh virus dan menular hampir 100 persen tingkat penularan terhadap hewan. ”Jika di kandang ada 100 hewan sapi dan ada satu sapi yang terkena maka dapat tertular semua sapi yang ada di dalam kandang tersebut,” ujarnya.

Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ini kata drh. Fatem, dapat disembuhkan meskipun penularannya melalui virus tetapi tergantung kondisi dari hewan yang terkena penyakit tersebut.

Yang menjadi sasaran terkena penyakit Mulut dan Kuku adalah hewan sapi, kambing, domba dan babi atau hewan berkuku belah serta hewan liar seperti rusa dan gajah juga dapat terkena penyakit ini.

Kata dia, Meskipun angka pesakitan tinggi, namun untuk tingkat kematian hewan yang terkena penyakit Mulut dan Kuku kecil tapi tingkat kerugiaannya sangat besar karena mempengaruhi perekenomian perternak. Dicontohkan seperti sapi perah produksi susu akan turun juga menurunkan produktivitas dan vertilitas serta untuk ternak potong berat badanya juga akan drastis menurun. Ciri-ciri penyakit ini hewan berlendir di mulut yang berlebihan dan lepuh di mulut, lidah serta di gusi juga di kaki hewan tersebut lepuh luka.

Di Papua Barat, kata drh. Hendrikus  Fatem, masih bebas penyakit PMK sehingga hendaknya para peternak selalu menjaga hewannya dengan baik dan tidak membawa masuk hewan ke Papua Barat.  “Kita di Papua Barat masih bebas tetapi hal itu tidak lantas buat kita lengah karena tetapi akan  tetap siap-siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, salah satunya dengan membentuk Satgas Povinsi yang nantinya ditindaklanjuti di tingkat kabupaten/kota se-Papua Barat,” ujar  Fatem. (KN2)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

17 − 7 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir