Sabtu, Mei 18, 2024

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1443 H Jatuh pada 2 Mei

JAKARTA, Kasuarinews.id  – Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 2 Mei 2022. Ketetapan itu dikeluarkan berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

Sidang isbat digelar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (1/5/2022) seperti dilansir dari detik.com. Sidang isbat dihadiri terbatas secara fisik karena masih dalam kondisi pandemi Corona. Sejumlah undangan mengikuti sidang isbat secara online.

Sidang isbat dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Sidang isbat juga dihadiri oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, ormas Islam, hingga ahli astronomi.
“Berdasarkan hisab posisi hilal seluruh Indonesia sudah di atas ufuk serta laporan hilal sudah terlihat. Secara mufakat tadi 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada hari Senin tanggal 2 Mei 2022 Masehi,” ujar Yaqut. Keputusan itu diambil setelah mendengarkan paparan dari tim Tim Unifikasi Kalender Hijriah serta laporan rukyat dari seluruh Indonesia. Rukyat sendiri digunakan untuk konfirmasi terhadap hisab dan kriteria yang digunakan.

Sebagai informasi, penentuan awal Syawal kini mengikuti kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat yang mendapat masukan dan kritik.

Di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah atau Idul Fitri (Lebaran 2022) jatuh pada Senin, 2 Mei 2022. Penetapan itu dilakukan setelah hilal dinyatakan terlihat.
“Awal bulan Syawal 1443 Hijriah jatuh pada hari Senin Pon, tanggal 2 Mei 2022,” ujar Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, Minggu (1/5/2022).

PBNU mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah atau Lebaran 2022. PBNU memohon maaf lahir dan batin.

“Kami sampaikan selamat merayakan Idul Fitri 1443 Hijriah dengan penuh suka cita dan tetap mematuhi protokol kesehatan serta mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Sebagai informasi, penentuan awal Syawal kini mengikuti kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat yang mendapat masukan dan kritik.

Penetapan ini sama berarti perayaan Idul Fitri PBNU dan Muhammadiyah bakal digelar berbarengan. Muhammadiyah dulu sudah lebih dulu menetapkan Idul Fitri 1443 H jatuh pada 2 Mei. ((haf/KN2)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

eleven − four =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir