Sabtu, Mei 18, 2024

Pemprov Papua Barat Gelar ‘Festival’ Pangan Lokal Aman

MANOKWARI, Kasuarinews.id–Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar ‘festival’ Pangan Lokal Aman, Pangan Segar Asal Tumbuhan, Ikan dan Daging. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat, Lasarus Ullo, SP, M.Si, Selasa (15/11/2022)

Menurut Lasarus, kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pemprov Papua Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Badan Pangan Nasional serta instansi terkait untuk menciptakan UMKM yang berdaya saing dan go modern. “Kegiatan akan berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 16-17 November di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat, Arfai. Kegiatan ini akan dibuka pukul 09.30 Wit dan diikuti peserta dari kabupaten/kota se-Papua Barat,” jelas Lasarus.

Kata Lasarus,  kegiatan ini juga bertujuan mengangkat dan mengembangkan potensi pangan lokal, menciptakan produk yang bernilai ekonomis, peningkatan kualitas konsumsi masyarakat yang B2SA ( beragam, bergizi seimbang dan aman), mengatasi inflasi melalui pangan segar asal tumbuhan, ikan dan daging serta untuk mengatasi stunting.

“Kegiatan yang digelar selama 2 hari ini boleh dikatakan semacam festival pangan lokal, bazar, pangan lokal, rempah, tanaman obat dan umbi-umbian, ikan dan daging dari hasil bumi Provinsi Papua Barat. Kami berharap kepada seluruh pihak terkait baik itu kepada OPD dan instansi terkait lainnya dapat memberikan dukungan dan kerjasama sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, memerangi stunting untuk mewujudkan Papua Barat yang Bangkit, Adil, dan Sejahtera,” tandasnya.

Lanjut Lasarus, penganekaragaman pangan merupakan upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan berbasis pada potensi sumber daya lokal untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, aktif dan produktif.

Pola konsumsi pangan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi seseorang. Pada kenyataannya sampai saat ini, pola konsumsi pangan sebagian besar masyarakat masih belum memenuhi kaidah gizi seimbang. Konsumsi sayuran dan buah-buahan masih rendah, begitu juga kualitas konsumsi protein juga masih rendah, serta masih tingginya konsumsi makanan dan minuman berkadar gula tinggi.

Selain itu, dalam rangka mewujudkan pola konsumsi pangan yang baik, maka konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) dengan memanfaatkan pangan lokal yang aman, pangan segar asal tumbuhan, ikan dan daging menjadi sangat penting untuk diterapkan dalam pola konsumsi sehari-hari. (KN2)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

17 − six =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir