Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Hari Perempuan Sedunia, IPA Bagikan Bunga ke Warga

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Ikatan Perempuan Arfak (IPA) Provinsi Papua Barat memperingati Hari Perempuan Internasional dengan membagikan bunga kepada warga masyarakat  pada Selasa (8/3/2022) di traffic light Haji Bauw, Jln Trikora, Wosi.

“Kami ingin membagi kebahagiaan kepada warga, terutama kaum perempuan, sambil mengajak seluruh kaum perempuan bersatu menolak rasisme dan menjadi pelopor  perdamaian. Pembagian bunga menjadi simbol cinta dan hal itu mengungkapan bahwa kami mencintai semua suku yang ada di tanah Papua tanpa perbedaan,” kata Koordinator aksi Merij Ahoren.

Selain itu kata dia, pembagian bunga kepada kepada masyarakat sebagai pengingat bahwa setiap 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional kepada masyarakat di Manokwari.

“Peringatan Hari Perempuan Internasional sebagai bentuk keprihatinan IPA  terhadap makin maraknya ujaran berbau rasis di media sosial yang dapat memecah-bela warga. Untuk itu, IPA mengambil peran dengan mengajak semua kaum perempuan untuk bangkit melawan sikap rasis itu karena pada dasarnya semua manusia sama di mata Tuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IPA Papua Barat Sarce Meidodga mengatakan aksi damai tersebut merupakan ungkapan cinta dari perempuan Arfak yang menginginkan perdamaian dan menghendaki semua suku yang ada di Manokwari hidup rukun, aman dan damai  sebagai saudara. “Kami  dengan tegas menolak segala sesuatu yang berbau rasis, kekerasan, pertikaian dan pertengkaran. Kami hanya mau semua masyarakat yang ada di Manokwari  dapat hidup berdampingan secara damai dalam bingkai NKRI,” tandasnya.

Aktivis dan tokoh perempuan, Yuliana Numberi mengatakan, aksi damai tersebut muncul dari kesadaan penuh kaum perempuan di Manokwari terutama IPA bahwa di tengah situasi kurang harmonis, kaum perempuan dapat muncul sebagai pemersatu dan pembawah kedamaian bagi masyarakat. “Kaum perempuan akan selalu menggunakan pendekatan hati untuk menyentuh masyarakat. Dengan pendekatan hati, semua manusia dari manapun juga dapat dirangkul sebagai sesama saudara dan sahabat,” ujar Numberi.

Aksi damai ini diikuti oleh sejumlah aktivis dan tokoh perempuan Papua di Mankwari dengan membawah sejumlah spanduk bertuliskan, ““Stop rasis, rasis bukan kitong pu budaya” Serui dan Arfak Kitong Papua, sa jaga ko, ko jaga saya. Mari kitong bersatu jaga tanah Papua.” (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

18 + 17 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir