Jumat, April 19, 2024

Petani di Kebar Timur Panen Jagung 70 Hektare, Hasilnya Capai 7 Ton Lebih Per Hektare

FEF, Kasuarinews.id – Para petani lokal dari Kampung Sitori, Distrik Kebar Timur, Rabu (14/12/2022) memanen jagung seluas 70 hektare. Kadis Pertanian Tambrauw Thomas Kofiaga yang hadir mewakili Pj. Bupati Tambrauw mengatakan bahwa panen tersebut dilakukan dalam rangka menekan inflasi pangan.

Jagung yang sudah siap dipanen adalah seluas 70 ha. Sementara 6 ha rencana dipanen pada bulan Januari 2023 mendatang. Dan petani yang terlibat dalam bercocok tanam adalah penduduk asli Kebar Timur diantaranya marga Anari, Amnan, Ajami, Auri dan Aipi. Ini suatu kemajuan yang begitu besar apalagi diperkirkan setiap hektare dapat menghasilkan kurang lebih 7 ton jagung. Panen kali ini sangat menggembirakan dan pantas kita apresiasi terhadap kerja para petani dari kampung Sitori karena bisa menghasilkan 7 ton lebih per hektare,” ujar Kofiaga.

Kata  Kofiaga, produksi ini sudah masuk dalam produksi nasional karena rata-rata produksi jagung secara nasional dikisaran 7,2 ton per hektarenya.

Menurutnya, melihat hasil yang dicapai para petani dari Kampung Sitori di Distrik Kebar Timur, bukan tidak mungkin Kabupaten  Tamrbauw, khususnya Kecamatan Kebar Timur dan Kebar Raya umumnya ke depan akan menjadi lumbung jagung di wilayah Papua Barat.

Untuk itu, kata Kofiaga,  pemerintah daerah melalui dinas yang dipimpinnya akan terus mendorong petani di wilayah itu untuk mengembangkan tanaman jagung. Di samping itu, pemerintah daerah kata Kofiaga, juga akan terus berkomitmen memberikan pendampingan kepada petani.

“Kita terus memberikan pendampingan melalui tim penyuluh kita agar hasil produksi jagung bisa meningkat. Kalau sekarang 7 ton per hektare, ke depan kalau bisa 8-9 ton per hektare agar Tambrauw bisa berswasembada jagung, sekaligus menyejahterakan petaninya,” ungkap Kofiaga.

“Ke depannya lahan tanam jagung harus kita tambah dan kita akan kawal, agar produksinya tetap bagus dengan kualitas terjamin. Dan Pemda Tambrauw bertekad, pertanian kita dan para petani kita dalam situasi apapun harus tangguh dan ini telah teruji terutama dimasa pandemi ini,” terang Kofiaga lebih lanjut.

Sementara itu, mandor lapangan yang juga anak asli Kebar Timur, Daud Amnan menyampaikan rasa bangga kepada masyarakatnya atas hasil panen jagung yang menggembirakan.

Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari keyakinan, ketekunan, serta dukungan dari pemerintah daerah. “Dengan keberhasilan ini tentu akan meningkatkan kesejahteraan para petani,” ungkapnya.

Untuk itu, dia memita agar Pemda terus membantu pengembangan jagung ke depan sebagai sumber pangan dan juga sebagai sumber pendapatan bagi petani di wilayah tersebut. “Harapan petani jagung di Kampung Sitori Distrik Kebar Timur agar Pemda Tambrauw harus serius  memperhatikan nasib para petani jagung tersebut,” ujarnya. (KN4)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

eleven − 6 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir