Jumat, April 19, 2024

Pj.Gubernur Waterpauw, Launching GNPIP di Kawasan Agrowisata Kabupaten Sorong

AIMAS, Kasuarinews.id -Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw pada Jumat (21/10/2022) melaunching Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di kawasan Agrowisata milik Pemerintah Kabupaten Sorong.

Pada kesempatan ini, Pj. Gubernur mengajak para Bupati/Walikota menggerakkan masyarakat masing-masing daerah untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
“Seperti lahan tidur untuk menjadikan produksi pangan lokal. Pernyataan itu sejalan dengan arahan Presiden RI terhadap setiap daerah untuk melaksanakan pengendalian Inflasi daerah,” ujar Waterpauw dihadapan para Bupati dan Walikota serta pimpinan OPD.

Kata Waterpauw, selain itu merujuk arahan Presiden kepada Menteri Keuangan untuk mengeluarkan aturan tentang penggunaan dana tak terduga, membiayai kegiatan GNPIP di daerah.
“Ajak mama-mama di setiap kabupaten/kota untuk ikut menanam dengan memanfaatkan lahan tidur. Ini penting mengingat kondisi perdagangan dunia yang sudah sangat sulit. Perlu diketahui, ada 19 negara yang dinyatakan mengalami kondisi krisis,” ungkap Paulus Waterpauw.

“Saya harap ke depan, di masyarakat harus ada gerakan memanfaatkan sumberdaya daya alam. Dalam rangka pengendalian inflasi, bapak Presiden sudah memerintahkan kepada menteri keuangan untuk mengeluarkan aturan untuk menggunakan dana tak terduga membiayai kegiatan pangan. Anggaran tak terduga yang dipakai untuk stabilitas pangan itu, silahkan dipakai,” jelas Waterpauw.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Rommy Sariu Tamawiwy selaku wakil ketua tim pengendali inflasi daerah, berharap GNPIP di Kabupaten Sorong terus digaungkan ke setiap Kabupaten/Kota lainnya.
Dia juga mengapresiasi Pj. Gubernur Papua Barat yang telah mendukung program yang dicanangkan hari ini.
“Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat sangat bersemangat untuk memulai pengendalian inflasi pangan ini. Untuk itu saya mohon dukungan dari para Bupati/Wali kota terhadap pengendelian inflasi pangan Provinsi Papua Barat. Saya mengapresiasi Penjabat Gubernur Papua, juga para pejabat Forkopimda Papua Barat dan seluruh stakeholder yang mendukung terlaksana program ini,” ujar Rommy Tamawiwy.

Sementaa itu, Pj. Bupati Kabupaten Sorong, Yan Piet Moso mengatakan kawasan agrowisata milik pemerintah Kabupaten Sorong seluas 3 hektar. Lahan ini akan diisi dengan berbagai tanaman komoditi pangan, seperti cabai, dan berbagai jenis tanaman pangan lainnya sebanyak 1.000 pohon.
“Luas lahan yang akan di tanami cabai dan tanaman lainnya, seluas 0, 5 hektar dari 3 luas hektar lahan yang ada. Jumlah bibit cabai yang akan ditanam dalam rangka lonching gerakan nasional pengendalian Inflasi pangan sebanyak 1.000 pohon,” ujar Moso.(KN5)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

eleven + eighteen =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir