Sabtu, Juli 20, 2024

Polisi Ungkap Hasil Jejak Digital, Kapolres Manokwari: ES Bukan Pelaku Ujaran Kebencian

MANOKWARI, Kasuarinews.id –  Kapolres Manokwari AKBP. Parasian Herman Gultom kepada awak media pada Senin (14/3/2022) mengungkapkan fakta terbaru seputar kasus dugaan ujaran kebencian dengan terlapor ES.

Menurut Kapolres, hasil pemeriksaan jejak digital di laboratorium Forensik Jayapura membuktikan bahwa ES tidak pernah mengunggah status bernada  ujaran kebencian yang menjadi polemik di masyarakat terutama bagi suku besar Arfak.  Dengan demikian, lanjut Kapolres, tuduhan yang dialamatkan kepada ES boleh dikatakan gugur demi hukum.

“Polisi  telah memeriksa 7 orang saksi serta menyita 3 BB berupa handphone dan melakukan pemeriksaan 4 orang ahli selanjutnya memeriksa barang bukti di laboratorium Jayapura. Hasilnya dari BB handphone pertama di duga MLH alias ES didapatkan pada tanggal 26 Februari tidak melakukan login di Facebook. Terakhir MLH melakukan login di bulan Januari, sehingga dipastikan MLH atau ES tidak membuat status tersebut di FB,” terang Kapolres.

Kapolres kemudian mengatakan nama AM kemudian muncul karena dari  hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan jejak digital di handphone AM (19) dimana ada akun mirip dengan akun milik ES.

“Maka patut diduga AM merupakan dalang  kasus dugaan ujaran kebencian itu. Polisi lantas melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti handphone milik AM. Dari pemeriksaan itu  ditemukan adanya satu akun Eci lain selain akun ES. Sehingga dapat dipastikan ada akun palsu yang meniru akun Eci. Pada tanggal 25 akun tersebut dibuat oleh diduga pelaku ini, kemudian tanggal 26 dinihari melakukan perubahan pada biodata dengan meniru mirip akun asli ES. Dan di tanggal 26 pagi itu membuat histori Facebook dan di screenshot dari handphonenya sendiri. Setelah itu screenshot tersebut kemudian menyampaikan kepada adiknya EM dan dari akun Instagram EM pertama kali tersebar di masyarakat,” ungkap Kapolres.

Lanjut Kapolres, terduga AM kini telah diamankan untuk dimintai keterangan terkait hasil pemeriksaan laboratorium terhadap handphone miliknya. “Untuk penetapan status terduga menjadi tersangka akan melalui serangkaian gelar perkara. Namun saat ini AM masih berstatus saksi. Dalam kasus ini, pihaknya menduga adanya motif kecemburuan antara AM kepada MLH alias ES. Secara umum AM dan MLH alias ES  saling kenal,” ujar Kapolres menambahkan dugaan sementara motifnya karena cemburu. (KN2)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

twelve + four =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir