Sabtu, Juli 20, 2024

Ruas Jalan Gunung Pasir di Kebar Makin Memprihatinkan, Waniopi Minta Pemerintah Tak Lalai

SORONG, Kasuarinews.id –Untuk memudahkan aksesabilitas dan keterjangkauan serta mundukung mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya, pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Papua Barat harus jadi prioritas utama. Hal ini sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman dan terpencil agar terhubung dan tidak terisolasi.

Dan salah satu ruas jalan yang menjadi perhatian adalah ruas jalan di Kabupaten Tambrauw, terutama di daerah gunung pasir, Kebar. Ruas jalan ini sangat strategis karena menghubungkan wilayah Manokwari Raya dan Sorong Raya. Meski merupakan ruas jalan utama, kondisi ruas jalan di Gunung Pasir sangat memprihatinkan karena kondisinya makin rusak. Hal ini dikeluhkan para pengguna jalan, termasuk para ASN, petugas medis, aparat TNI/Polri yang melayani warga masyarakat di Lembah Kebar.

Sekretaris DPRD Tambrauw, Nimrod Waniopi yang hampir setiap pekan melintasi ruas jalan tersebut mengaku prihatin dengan kondis ruas jalan pasir yang makin parah. “Perbaikan ruas jalan di gunung pasir sudah sekian kali disuarakan baik oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, legislatif dan lainnya tetapi tidak ada kemajuan berarti. Masyarakat berteriak terus, dan jika suatu saat sudah bosan, maka pemalangan adalah jalan terakhir. Tetapi lebih dari itu, jangan sampai pemerintah lalai sehingga ruas jalan itu memakan korban untuk kesekian kalinya. Sudah cukup beberapa yang jadi korban dan jangan bertambah lagi karena kelalaian itu,” ungkap Waniopi, Sabtu (5/3/2022).

“Perbaikan ruas jalan Gunung pasir yang rusak parah itu sudah sangat sering disuarkan tetapi sampai saat ini kondisinya tetap sama  dan tidak ada kemajuan berarti. Masyarakat kadang berpikir, mungkin ada unsur kesengajaan sehingga ruas jalan itu dibiarkan tetatp rusak agar dapat dikerjakan setiap tahun sebagai sebuah proyek. Atau, dikerjakan asal-alasan agar setiap tahun rusak dan dapat diproyekan lagi. Masyarakat heran, banyak orang pintar di Balai Pembangunan Jalan dan Jembatan, masakan ruas jalan kecil itu tidak bisa dibenahi? Itu kan aneh,” urai Waniopi menambahkan.

Kata Waniopi, kondisi ruas jalan gunung pasir yang rusak akan sangat membahayakan para pengguna jalan. Terlebih, kondisi jalan yang berpasir sangat rentan longsor saat hujan. Selain itu, kondisi jalan juga sempit mengakibatkan sulit untuk dilalui dan rawan terjadi kecelakaan. “Kalo dari Mubrani tidak ada masalah tetapi turunan yang mau ke Lembah Kebar, kondisinya makin parah. Kondis jalan itu sangat berbahaya bagi pengemudi dan masyarakat sendiri yang menggunakan jasa angkutan. Yang pasti, ruas jalan itu sudah tidak layak digunakan lagi. Untuk itu perlu diperbaiki segera,” ungkap Waniopi.

Lanjut Waniopi, memang beberapa waktu lalu, pemerintah telah coba membangun jalan alternatif dari bawah tetapi kondisinya juga sama. “Pembangunan jalan alternatif lewat bawah sama saja dengan buang-buang uang karena sampai saat ini tidak digunakan dan sudah rusak. Kalo uang itu digunakan untuk membenahi ruas jalan di atas mungkin tidak ada masalah. Kami masyarakat lihat, pasti ada yang tidak beres di sana. Masyarakat hanya ingin ruas jalan digunung pasir segera dibenahi,” tandas Waniopi. (KN-1)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

seventeen − 11 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir