Sabtu, Juli 20, 2024

Sambut HUT Ke-124: Sejarah Penetapan Hari Ulang Tahun Manokwari Tanggal 8 November

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-124 Kabupaten Manokwari (baca: Kota Manokwari)  jatuh pada hari Selasa besok (8/11/2022). Dan setiap tanggal 8 November, daerah berjuluk kota Injil ini selalu merayakan hari jadinya. Dan perayaan itu secara rutin digelar sejak tahun 1995 dibawah kepemimpinan Bupati Drs. Mulyono. Bupati Mulyono adalah bupati Manokwari periode 1995-1999 yang berinisiatif  dan menggagas upaya pencarian dasar  penetapan hari jadi kota Manokwari yang belum pernah ada sebelumnya.  Berikut sejarah singkat penetapan hari lahir Kota yang juga memiliki julukan lain yaitu kota peradaban orang Papua, kota sejarah, kota buah dan kota pelajar ini.

Sejarah bermula  dari tepian Kali Kansai yang lebih dikenal dengan nama Rowdi. Kali Kansai ini menjadi saksi bisu berlangsungnya upacara pelantikan kontrolir L.A. van Oosterzee pada hari Selasa tanggal 8 November 1898 oleh residen DR. D.W. Horst yang berlangsung di halaman kantor kontrolir. Kali Kansai ini menjadi saksi bisu lahirnya Kota Manokwari. Residen adalah penguasa penjajahan tertinggi sekaligus mewakili gubernur Jenderal Hindia Belanda di wilayah kekuasaannya. Residen pun menjadi wakil dan lambang pemerintah Hindia Belanda di keresidenannya dengan kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudukatif di tangannya. Sedangkan Kontrolir adalah jabatan fungsional diantara pemerintah Belanda dan pribumi yang hanya dijabat oleh orang berkulit putih yang sifatnya non struktural dan berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah Belanda dan pemerintah pribumi. Dalam pelaksanaannya, kontrolir dianggap sebagai koordinator pengawasan dari pemerintah Belanda ke tingkat paling bawah. Sedangkan di tingkat kecamatan diangkat seorang asisten kontrolir.

Pdt. Emeritus Zeth Rumere beberapa tahun lalu mengatakan, zaman bupati Manokwari pertama Samuel Demianus Kawab (periode 1967-1973) hingga Bupati Drs. Esau Sesa (periode 1989-1994), hari jadi Kota Manokwari tidak pernah dirayakan karena baik pemerintah dan masyarakat tidak memiliki data yang akurat mengenai tanggal pasti lahirnya Kota Manokwari.

“Saat itu tidak pernah ada perayaan. Maka ketika Drs.  Mulyono menjadi Bupati Manokwari menggantikan Drs. Esau Sesa, beliau berinisiatif mencari tahu hari lahir  kota Manokwari dengan dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Bupati Mulyono kemudian meminta bantuan saya untuk meneliti dokumen-dokumen yang dapat menjadi rujukan dan dasar penetapan hari ulang tahun kota Manokwari,” ujar Rumere kala itu.

Dan ada 9 dokumen (staats bladen) utama yang menjadi landasan historis dan yuridis  bagi proses pembahasan dan pentapan hari jadi Kota Manokwari. Dari 9  staats bladen van Nederlands Indie (Lembaran Negara Hindia Belanda, red) ada  2 buah dokumen yang sangat penting dan krusial sehingga menjadi rujukan pentapan hari jadi Kota Manokwari yaitu staats blad van Nederlands Indie No. 62/1898 dan staats blad van Nederlands Indie No. 142/1898.

Berdasarkan 2 dokumen sejarah itu, dicatat bahwa pada hari Selasa tanggal 8 November 1898 di halaman kantor Kontrolir yang terletak di tepi kali Kansai berlangsung upacara pelantikan L.A. van Oosterzee sebagai kontrolir (pengawas wilayah Irian Jaya Bagian Utara) oleh Residen Ternate DR. D.W. Horst atas nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Hadir pada upacara pelantikan itu, Sultan Tidore dan Sultan Ternate, para Zendeling, murid-murid sekolah dari Mansinam dan Kwawi serta sebagaian besar orang asli Papua. Kontrolir ini dilantik D.W. Horst karena saat itu, wilayah Manokwari dan wilayah lainnya di bagian Utara Irian Jaya termasuk dalam wilayah Keresidenan Ternate.

Pada saat itu, Zendeling J.L. van Hasselt diberi kesempatan memimpin doa. Dalam doanya, ia mengucap syukur dan memohon berkat bagi kontrolir dan pemerintahan pada waktu itu termasuk berkat bagi warga masyarakat Manokwari. Dan pelantikan kontrolir itu menjadi titik awal pemerintahan di Manokwari. Atas dasar itulah maka tanggal 8 November ditetapkan sebagai hari jadi Kota Manokwari.

Penetapan Hari Jadi Kota Manokwari ini pun kemudian dituangkan dalam Perda No. 16 Tahun 1995. Dan sampai saat ini tanggal 8 November setiap tahunnya selalu diperingati sebagai hari jadi Kota Manokwari yang tidak saja dikenal sebagai kota Injil tetapi juga kota sejarah, kota peradaban orang Papua, kota buah dan kota pelajar. Sumber: Tabloid Noken Edisi 6 Tahun II, November 2012. (KN5)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

3 × 1 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir