Jumat, April 19, 2024

Sambut HUT ke-40, Paroki Imanuel Sanggeng Gelar Lomba Paduan Suara

MANOKWARI, Kasuarinews.id  – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 40 tahun, Paroki Imanuel Sanggeng, Manokwari Manokwari menggelar lomba Paduan Suara Gerejani antar lingkungan pada Rabu (23/11/2022) bertempat di Gereja Paroki.

Ketua Panitia Alex Ta’dung mengatakan bahwa lomba paduan suara dilaksanakan dalam rangka menyambut dan menyemarakan HUT Paroki Imanuel Sanggeng ke-40 yang puncaknya dilaksakana pada tanggal 26 Desember mendatang.

“Dalam program kami bersama Dewan Pastoral Paroki bersepakat untuk mengadakan lomba paduan suara dan lomba lainnya seperti lomba baca kitab suci, mendaraskan Mazmur, lomba bulutangkis dan lomba lainnya. Tujuan lomba ini bukan untuk mencari siapa yang menjadi juara tetapi membangun semangat persaudaraan untuk berjalan dan bangkit bersama menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Imanuel Sanggeng RP. Filip Sedik, OSA mengatakan membangun sebuah kelompok paduan suara tidaklah mudah apalagi sejak awal umat paroki merasa pesimis apalagi di tengah kesibukan umat. “Bagi mereka bernyanyi hanya sekedar hobi yang dinyanyikan dalam paduan group atau solo, tetapi jikalau masuk dalam wilayah paduan suara mereka sangat pesimis,” ujarnya.

Dirinya menegaskan, bahwa di dalam paduan suara umat bukan hanya sekedar bernyanyi saja, tetapi kita benar-benar belajar bernyanyi dengan mengetahui, memahami, memperhatikan aturan dengan benar.

“Ketika kita bernyanyi dengan benar maka sudah tentu baik. Dan apabila kita bernyanyi dengan benar maka nama Tuhan dimuliakan. Meminjam istilah bahas Latin, qui bene cantat bis orat artinya, bernyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pastor Sedik menyampaikan dengan adanya lomba paduan suara ditingkat umat akan memberikan motivasi bagi mereka untuk berlatih dan terus bernyanyi khusus bagi anak-anak muda.

“Paduan suara ini penting untuk melibatkan anak-anak muda. Karena saya berpandangan bahwa jaman ini kebanyakan anak muda terlena dengan perkembangan musik kontemporer. Sehingga dengan adanya lomba paduan suara ini dapat merangkul warga jemaat terutama pemuda sebagai tulang punggung gereja dalam melestarikan nyanyian Mazmur dan Rohani,” harapnya.

Dia menuturkan bahwa sudah ada talenta yang terpendam dalam setiap umat baik itu orang tua dan pemuda. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada umat Paroki Imanuel agar tidak pernah bosan memuji Tuhan lewat nyanyian rohani.

“Jangan bosan bernyanyi karena dengan berlatih kita lebih mengenal dengan baik musik, lagu dan bagaimana mempersembahkan pujian yang di dalamnya Tuhan Allah dimuliakan,” tutupnya.

Aluta, salah seorang peserta paduan suara dari lingkungan Santa Ana Wosi mengakui bahwa  tantangan utama saat mengikuti lomba paduan suara adalah mempersatukan para anggota koor. “Yang paling sulit adalah mengumpulkan umat dalam suatu kelompok paduan suara karena masing-masing orang punya kesibukan yang berbeda. Tapi persoalannya, apakah kita mau meluangkan waktu untuk memuji dan memulihakan Tuhan dengan bernyanyi  dengan baik dan benar melalui paduan suara atau tidak. Saya kira itu tantangannnya. Dan saya bersyukur dapat mengikuti kegiatan lomba koor di tengah kesibkan saya,” ujarnya.

Perlu diketahui, lomba Paduan Suara ini diikuti oleh lingkungan-lingkungan di Paroki Imanuel Sanggeng, umat dari stasi Sowi, Maripi dan Arfai dan Paroki Thomas Aquino Amban serta Paroki Agustinus Brawijaya Manokwari dengan yuri antara lain Redi Fatubun, Jay Saragih danYusuf Sawaki. Lomba paduan suara yang berlangsung di Gereja Imanuel Sanggeng ini sempat terhenti 3 jam karena adanya gangguan listrik saat peserta nomor urut 2 dari    lingkungan Santa Ana Wosi hendak membawakan lagu pilihan. Lomba kemudian dilanjutkan setelah aliran listrik kembali normal. (KN4)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

thirteen + 16 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir