Sabtu, April 20, 2024

Sibuk Jadi ‘Ajudan’ Pj Bupati, DPRD Tambrauw Minta Kepala Bappeda Fokus Laksanakan Tugasnya

FEF, Kasuarinews.id – Wakil Ketua DPRD Tambrauw Yosep Airai meminta Kepala Bappeda Kabupaten Tambrauw dapat lebih  fokus menjalankan tugasnya daripada sibuk menjadi ‘ajudan’ penjabat bupati. “Ketimbang sibuk jalan-jalan kawal penjabat bupati, lebih baik Kepala Bappeda tenang di tempat dan fokus benahi serta tuntaskan tugas dan pekerjaannya yang menumpuk seperti proses perencanaan yang tidak jelas,” ungkap Airai, Kamis (14/7/2021).

Menurut Airai, sejumlah persoalan besar di Tambrauw yang saat ini membutuhkan penanganan dan penyelesaian yang serius  dari Bappeda seperti revisi RT/RW yang sampai saat ini belum tuntas dan rampung. Untuk itu, pihak dewan mendesak agar Kepala Bappeda Tambrauw yang baru dilantik mantan bupati Tambrauw Gabriel Asem beberapa waktu lalu harus lebih serius melanjutkan pengurusan dokumen revisi tata ruang di Fef, Ibukota Kabupaten Tambrauw karena penetapan Tambrauw sebagai kabupaten konservasi menyebabkan aktivitas masyarakat maupun  pemerintah daerah terganggu karena sampai saat ini belum ada revisi  RT/RW Kabupaten Tambrauw.

Selain revisi RT/RW kata Airai, pengalaman beberapa tahun lalu dimana banyak program masyarakat yang tidak terakomodir. “Program yang banyak terakomodir adalah program yang mengakomodir kepentingan pimpinan OPD. Di sisi lain aspirasi dan program masyarakat yang dihasilkan lewat Musrembang kampung dan distrik hanya dijadikan kertas pembungkus siri pinang saja. Itu fakta dan kita tidak mau hal itu terulang kembali,” tandas Airai.

Untuk itu, dia berharap agar Kepala Bappeda saat ini tidak lagi mengulangi dosa Kepala Bappeda sebelumnya dan harus lebih fokus dan serius mengurusi persoalan rakyat di Tambrauw. “Daripada Kepala Bappeda sibuk kawal pejabat bupati jalan ke sana ke mari dengan model asal bapa senang (ABS), lebi baik diam dan tenang di tempat untuk fokus bekerja karena banyak sekali masalah di Tambrauw yang belum diselesaikan. Dan kami di dewan melihat bahwa yang  paling penting adalah revisi tataruang karena akan menghambat akses pembukaan jalan ke beberapa distrik di balik gunung  seperti Ireres, Tinggouw, Kwosefo dan lainnya. Kita tetapkan Tambrauw sebagai  kabupaten konservasi tetapi tidak ada kompensasi yang diterima rakyat,” ungkap Airai. (KN1)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

4 − three =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir