Senin, Juni 17, 2024

Sidak RSUD Mansel, Bupati Markus Waran Temukan Masalah Serius

RANSIKI, Kasuarinews.id – Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, ST, M.Si bersama rombongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Elia Waran yang terletak di Oransbari, Kamis (1/8/2022). Bupati Waran, mengatakan sidak ini adalah semacam shock therapy yang dilakukan setelah adanya rolling dan pelantikan sejumlah pejabat untuk mengisi jabatan di Satker RS untuk melihat dari dekat kondisi fisik dan pelayanan di RSUD Elia Waran karena memang memberi pelayanaan maksimal di tengah terbatasnya fasilitas dan SDM tidak mudah. “Dulu hanya ada Direktur dan KTU tetapi dengan pelantikan kepala bagian dan kepala seksi di RSUD Elia Waran sudah lengkap. Saya sengaja ke sini untuk kasih shock therapy agar ke depan Direktur dan jajarannya yang sudah lengkap ini buat perencanaan yang baik untuk dapat melakukan gebrakan di RSUD Elia Waran sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujar Waran.
Selain itu, kata Waran dengan melihat kondisi RSUD, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPJS sehingga masyarakat yang hendak berobat di RSUD Elia Waran dapat menggunakan BPJS. “Selain itu, dengan.melihat kondisi rumah sakit ini, ke depan pelayanan di Pustu-Pustu akan dibatasi hingga jam 6 sore saja, dan untuk rawat inap semuanya dirujuk ke RSUD, “ujar Waran.
Sidak dilakukan Bupati Markus Waran juga untuk mengetahui secara langsung terkait pelayanan dan sarana prasarna melalui petugas medis, Direktur, staf dan pasien yang sementara dirawat.
Saat sidak, Bupati Waran sempat berdialog dengan sejumlah petuga medis menanyakan jumlah pasien yang sedang dirawat, bupati juga berbincang dengan pasien menanyakan pelayanan yang diterima.
Saat sidak, bupati Waran menemukan sejumlah masalah serius yang butuh penanganan segera. Misalnya, bupati menemukan air bersih yang tidak megalir di Rumah Sakit sehingga wastafel yang sudah ada tidak dapat difungsikan karena tidak ada air bersih.
Selain itu, masalah serius yang ditemui adalah kehadiran pegawai honorer di RSUD yang sangat minum sehingga bupati Waran meminta agar gaji mereka tidak dibayarkan. Hal lainnya yaitu, obat-obatan dan dokter spesialis yang kurang karena insentif yang dinilai kecil.
“Ada beberapa point yang harus ditanggapi segera di rumah sakit ini utamanya soal fasilitas. Tadi saja air tidak nengalir. Juga obat-obatan, staf honorer, dokter spesialis dan lainnya. Saya minta segera dibehani. Direktur dan jajarannya buat perencanaan yang baik kemudian dikoordinasikan segera dengan pihak terkait. Langsung kerja, jangan tunggu esok, karena sektor kesehatan jadi prioritas utama untuk memberi pelayanan maksimal bagi masyarakat. Jangan bilang tidak ada uang. Kalo tidak ada kita cari, asal pelayanan kepada masyarakat harus maksimal dan yang terbaik,” tandas Waran. (KN2)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

twenty − 12 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir