Sabtu, Juli 20, 2024

SK 73 Pegawai P3K Guru Telah Ditandatangani Bupati Mansel

RANSIKI, Kasuarinews.id – Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, ST, M.Si  mengatakan selaku pemegang kekuasaan di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan, dirinya telah menandatangani SK bagi 73 pegawai P3K guru. “Untuk tahap pertama, saya selaku bupati telah menandatangani sebanyak 73 SK pegawai P3K guru. Itu tahap pertama,” ujar Bupati.

Setelah penandatanganan SK, dalam waktu dekat, SK 73 pegwai P3K guru yang terdiri dari guru SD dan SMP itu  akan diberikan sehingga sudah harus melaksanakan tugasnya tetapi didahului dengan masa pra jabatan.

“Dalam masa pra jabatan, para pegawai P3K itu akan diberikan orientasi dan pemahaman mengenai tugas, tanggungjawab serta kewajibannya sebagai seorang ASN. Dan sebagai seorang ASN, 73 orang itu harus siap di tempatkan di mana saja, entah di kampung, daerah pinggiran, di pedaaman pun di kota. Jadi harus siap ditempatkan di mana saja sesuai SK yang diterima,” ungkap Bupati menambahkan baik keputusan Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota adalah satu kesatuan.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi awak media soal program guru yang didatangakan dari Manggarai yang berbeda dengan formasi P3K guru, Bupati Markus Waran mengatakan, prorgam itu akan dibicarakan dengan masyarakat terutama pihak sekolah sehingga dapat berkolaborasi dengan baik untuk memajukan pendidikan di Mansel.

“Pengaruh adat masih sangat kental di wilayah Manokwari Selatan sehingga jika  di suatu sekolah kita tempatkan guru yang putra daerah saja, akan sangat sulit karena soal adat itu. Sehingga perlu berkolaborasi dengan lainnya seperti program guru dari Manggarai itu. Tujuannya semata-mata untuk memajukan pendidikan di Mansel. Misalnya, masyarakat di Distrik Isim  sendiri meminta bahwa guru harus dari Manggarai. Itu harus dikomunikasikan dengan baik.  Selain itu, perlu dilakukan pendataan secara jelas terkait kebutuhkan guru untuk setiap sekolah. Misalnya, 1 sekolah membutuhkan berapa guru sehingga kebutuhan harus jelas. Jangan di suatu sekolah gurunya melimpah sedangkan di sekolah lain hanya 1 guru. Ini yang harus diperjelas,” ungkap Bupati Waran.

Bupati juga  mengakui bahwa tenaga guru di Kabupaten Manokwari Sleatan sangat terbatas, termasuk di sekolah-sekolah swasta yang dikelola pihak Yayasan. “Karena tenaga guru yang terbatas itu ada istilah tak ada rotan akar pun jadi. Artinya, karena tidak ada guru, anak-anak yang baru lulus SMA pun diberdayakan untuk jadi guru padahal jika mau jujur dari segi keilmuan belum  siap. Kondisi seperti ini harus diperbaiki demi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Mansel,” tandas Bupati.

Dengan pengangkatan 73 Pegawai P3K guru itu, bupati Waran meminta agar isu-isu provokatif yang tidak mendidik yang berseliweran di Media Sosial dapat dihilangkan. “Medsos itu tidak mendidik karena bertujuan memperkeruh situasi. Saya harap para guru dapat memahami situasi yang ada dan lebih bersabar bagi yang belum terima SK karena setelah tahap ke-2, masih ada tahap ketiga lagi. Jadi butuh kesabaran,” ungkap Bupati Waran. (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

4 × 5 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir