Sabtu, Juli 20, 2024

Soal Caretaker Bupati, Pimpinan Dewan Ini Minta Kemendagri Perhatikan Aspirasi Legislatif dan 6 Kepala Suku Tambrauw

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Wakil Ketua DPRD Tambrauw, Yosep Airai meminta Pemerintah Pusat, terutama Kementerian Dalam Negeri agar dengan saksama dapat memperhatikan aspirasi  20 anggota DPRD Tambrauw dan juga 6 kepala suku di wilayah Tambrauw terkait dengan  pengisian jabatan caretaker bupati Tambrauw usai Bupati Gabriel Asem dan Wakil Bupati Mezak Metusala Yekwam mengakhiri jabatannya tanggal 22 Mei mendatang.

“Beberapa waktu lalu, sebanyak 20 anggota DPRD Tambrauw dan 6 kepala suku yang memiliki hak ulayat adat di wilayah Tambrauw teleh membuat pernyataan terkait caretaker bupati. Pernyataan itu telah disampaikan kepada pemerintah Pusat melalui Kementrian Dalam Negeri. Untuk itu, kita meminta Mendagri Tito Karnavian dapat memperhatikan dengan saksama pernyataan dukungan dari  20 anggota DPRD Tambrauw dan 6 kepala suku yang ada di wilayah Tambrauw terkait dengan pengisian jabaran caretaker bupati Tambrauw,” terang  Airai.

Menurut dia, pernyataan dukungan dari 20 anggota DPRD Tambrauw yang merupakan representasi dari masyarakat Tambrauw  dan 6 kepala suku yang memiliki hak ulayat dan merupakan representasi masyarakat adat di Tamrabuw dikeluarkan dengan penuh pertimbangan. Artinya, sebelum DPRD Tambrauw sebagai perwakilan rakyat Tambrauw dan 6 kepala suku sebagai perwakilan masyarakat adat Tambrauw membuat pernyataan dukungan, kita buat daftar calon potensial. Memang pasti tidak sempurna, semua calon ada kelemahan dan kelebihan. Namun ada sejumlah syarat yang kita gunakan sebagai pertimbangan. Syarat itu, adalah seorang ASN dan telah  memenuhi syarat kepangkatan misalnya Gol IV C atau D, tidak cacat hukum. Namun  lebih dari itu, caretaker bupati Tambrauw harus benar-benar memahami karakteristik wilayah serta karakter masyarakat dan kearifakn lokal di Tambrauw. Artinya, caretaker itu harus tahu ‘isi perutnya’ orang Tambrauw. Syarat lainnya, seorang caretaker harus dapat melanjutkan program bupati sebelumnya,” ungkap Airai.

Dari syarat-syarat itu, kata Airai, menurut DPRD Tambrauw dan 6 kepala suku, Sekda Tambrauw saat ini yaitu Engelbertus Kocu sangat tepat mengisi jabatan caretaker itu. “Kita nilai pa Kocu tepat karena memenuhi syarat kepangkatan yaitu IVD, dia juga sangat memahami seluk-beluk wilayah dan masyarakat Tambrauw karena sudah lama bertugas di Tambrauw, selain itu beliau dapat melanjutkan apa yang dibuat bupati Gabriel Asem selama ini. Dan harus diingat bahwa baru 2 tahun, ibukota Tambrauw dipindahkan dari ibukota sementar di Sausapor ke Fef sebagai ibukota definitif yang masih perlu banyak pembenahan sehingga butuh orang yang paham hal itu. Yang paham itu ya Pa Sekda Engel Kocu karena beliau salah seorang  yang ikut mendorong pemindahan ibukota itu karena sesuai perintah UU.  Karena aktivitas pemerintahan baru 2 tahun berlangsung di ibukota definitif yang masih serba kekurangan, maka dibutuhkan figur pekerja keras dan orang yang paham persoalan di masyarakat dan birokrasi pemerintahan Tambrauw. Dan yang memahami betul hal tersebut adalah Engelbertus  Kocu. Untuk itu, kita minta Mendagri memperhatikan dengan serius pernyataan sikap DPRD dan 6 kepala suku itu,” ujar Airai.

Menurut Airai, jabatan caretaker bupati Tambrauw  memang cukup lama yaitu sekitar 2 tahun lebih sehingga figur yang ditunjuk Kemendagri kelak benar-benar hendaknya dapat memahami kondisi dan masyarakat Tambrauw serta dapat membawah kabupaten Tambrauw ke arah yang lebih baik. “Kita tidak mau, caretaker yang ditunjuk nanti tidak kenal Tembrauw atau hanya menggunakan waktu 2 tahun lebih hanya untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dan uang untuk memperkaya diri sendiri, keluarga dan kelompoknya tanpa buat apa-apa. Akhirnya, yang menderita rakyat Tambrauw sendiri. Kita sudah punya pengalaman soal itu dan tidak mau terulang.  Masyakat, baik masyarakat adat, para kepala suku termasuk DPRD telah berkomitmen bahwa jika caretaker yang ditunjuk nanti hanya bermental pengumpul uang dan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat Tambrauw, kita persilakan dia berkantor saja di Manokwari atau Sorong, jangan ke Fef karena nanti menyesal sendiri. Rakyat Tambrauw tidak menginginkan orang yang tidak memahami Tambrauw. Kami tegas akan tolak itu,” tandas Airai.  (Omar)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

eight − one =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir