Senin, Juni 17, 2024

Soal Pemkab Mansel Tidak Dukung Pendidikan Tamtama Otsus Lewat Penyediaan Anggaran, Ini Penjelasan Bupati Markus Waran

RANSIKI, Kasuarinews.id – Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, ST, M.Si memberikan klarifikasi terkait isu liar yang berkembang di media massa termasuk di media sosial yang dilontarkan oleh Ketua MRP Papua Barat, bahwa Pemda Mansel tidak mendukung pendidikan Tamtama Otsus melalui penyediaan anggaran sekitar 2 milyar lebih. “Ada isu liar di media sosial  dan media massa bahwa Pemda Mansel tidak dukung perekrutan dan pendidikan Tamtama Otsus lewat penyediaan anggaran sekitar 2 milyar lebih. Isu liar seperti ini perlu diklarifikasi agar semua masyarakat termasuk yang ada di Mansel dapat memahami pesoalan sebenarnya. Kami sudah sampaikan itu saat Pra Raker kepala daerah kepada Pj. Gubernur bahkan gubernur juga janji akan membantu. Selaku bupati dan juga Ketua Dewan Adat Mansel saya berharap, Pj Gubernur dapat membantu kita dalam hal itu,” ujar bupati Mansel Markus Waran saat memimpin apel di hadapan ANS dan kepada awak media pada Senin (17/10/2022).

Menurut Bupati Waran, apa yang disampaikan oleh Ketua MRP Papua Barat sama sekali tidak berdasar karena ketua MRP tidak memahami dan mengetahui kondisi yang terjadi di Kabupaten Manokwari Selatan. “Sekali lagi kondisi kami di Mansel termasuk penyediaan anggaran untuk pendidikan Tamtama sudah kami sampaikan kepada Pj. Gubernur sebagai atasan kami. Dan perlu diketahui atasan kami itu Gubernur dan Mendagri bukan Ketua MRP Papua Barat. Dan jika bijaksana sebelum membuat pernyataan di media massa dan menjadi konsumsi publik, Ketua MRP Papua Barat  jika memperoleh informasi seperti itu, perlu  berkoordinasi dengan saya selaku bupati untuk dapat tahu mengapa kami tidak siapkan anggaran untuk pendidikan Tamtama Otsus, bukan langsung berkoar-koar di media tanpa tahu persoalnnya. Jika  berkoordinasi ke kami, kami pasti sampaikan informasi yang benar tetapi jika berkoordinasi dengan pihak lain yang tidak paham maka akan mendapat informasi yang juga sepotong-sepotong dan bisa saja keliru dan menyesatkan. Dan itu yang terjadi saat ini.  Yang paling tahu situasi keuangan di Mansel itu kami, bukan MRP. Dan pesan Presiden yang diteruskan oleh Pj. Gubernur di tengah krisis saat ini, jadi pejabat itu jangan cari popularitas yang pragmatis hanya untuk kepentingan jangka pendek. Harus menjadi pejabat yang siap tidak populer karena mengikuti aturan. Dan itu yang sedang kami lakukan saat ini meski konsekwensinya kami tidak disenangi rakyat,” tandas Waran.

Menurut Bupti Waran, Pemda Mansel tahun ini memang tidak bisa menyiapkan anggaran untuk perekrutan dan pendidikan Tamtama Otsus karena mengalami defisit keuangan akibat krisis yang berkepanjangan, selain harus memprioritaskan sejumlah program  kegiatan yang harus dilaksanakan. “Kalo di tahun-tahun sebelumnya, kami dari Mansel selalu menyiapkan anggaran untuk pendidikan Bintara Otsus baik Polri maupun TNI tetapi untuk tahun ini, kami alami defisit keuangan sehingga dengan berat hati tidak menyertakan anggaran. Kami mohon maaf dan pengertian untuk itu.  Untuk Anggaran Perubahan juga tidak bisa karena sudah dialokasikan semua untuk hal lainnya. Harap tahun depan kami sudah bisa ikut membantu apalagi Mansel adalah sebuah kabupaten baru yang baru seumur jagung sehingga kam  mohon pengertiannya,” jelas Waran.

Lanjut Bupati Waran, karena tidak menyiapkan anggaran untuk pendidikan Tamtama Otsus tahun ini, sangat tidak adil jika Pemda Mansel langsung dituding tidak mendukung pendidikan Tamtama Otsus. “Jika mau jujur, kami Pemda dan rakuat Mansel 100% mendukung pendidikan TNI AD dan Polri.  Buktinya, kami di Mansel sudah memberikan semuanya. Misalnya lahan untuk Rindam, lahan untuk SPN. Itu semuanya diberikan secara hibah dengan dasar hukum yang jelas tetapi kami tidak pernah menginformasikannya. Coba dihitung saja, jika mau dikalkulasikan, lahan untuk Rindam atau SPN itu berapa jika dirupiahkan? Tapi kami tidak pernah mengeluh soal itu karena tahu, fasilitas itu dibangun untuk pembangunan SDM generasi muda Indonesia dan Papua Barat khususnya. Tidak hanya itu, lahan untuk pembangunan sejumlah lembaga seperti Kejaksaan, Pengadilan, TNI AU, Polres dan lainnya kami siapkan semuanya. Pemerintah dan rakyat Mansel tidak pernah mengeluh dan tuntut macam-macam, tetapi jika ada fasilitas seperti itu, kami sudah bersyukur bahwa anak-anak Mansel ada yang jadi anggota TNI/Polri. Itu kebanggan luar biasa. Untuk itu, jangan ada pernyataan-pernyataan yang membuat gaduh di masyarakat. Dan jika mengukur kecintaan untuk NKRI, masyarakat Mansel memberikan segalanya 100%. Contohnya, lahan untuk Rindam, lahan untuk SPN, lahan untuk lembaga lainnya telah disiapkan pemerintah dan rakyat Mansel. Jadi jangan pernah meragukan kecintaan rakyat Mansel untuk NKRI,” tegas Waran.

“Bagi kita saat ini di tengah krisis global, hal yang tidak terlalu urgen untuk anggaran kita ikat pinggang. Dan perlu dipahami bahwa, jika melihat kabupaten/kota di Papua Barat, kabupaten Mansel dan Pegaf baru seumur jagung dan PADnya amat terbatas sehingga jika mau disamakan maka tidak adil. Jadi jika ada yang sampaikan info seperti itu di media, media jangan sepihak, sehingga dikonfirmasi lagi. Sebagai bupati, saya harap semua yang hidup di Manel, sama-sama saling menghargai, berbicara yang santun dan benar, tidak mengada-ada. Ingat, hati-hati akan kata-kata bijak dari para Zendeling,  siapa yang bekerja dengan jujur di atas tanah ini, akan melihat satu tanda heran ke tanda heran berikutnya. Tetapi jika bekerja tidak jujur hanya karena kepentingan sesaat maka murka Tuhan dan neraka akan menantinya di depan,” jelas Bupati Waran juga berterima kasih karena sejumalah anak-anak dari Manokwari Selatan telah mengikuti pendidikan di Rindam dan telah berhasil, meski ada yang juga gagal karena tidak  disiplin. (KN4)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

two + fourteen =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir