Sabtu, Mei 18, 2024

Soal Rekomendasi DPC PDIP Tambrauw Dukung Reymond Yap Jabat Caretaker Bupati, Tawer: Itu Menyalahi Mekanisme Partai!

MANOKWARI, Kasuarinews. id – Beberapa hari belakangan ini, beredar rekomendasi DPC PDI Perjuangan Tambrauw kepada  Reymond Richard Hendrik Yap, SE, M.TP sebagai caretaker bupati Tambrauw menggantikan bupati Gabriel Asem yang akan berakhir masa jabatannya pada tanggal 22 Mei mendatang.

Menyikapi hal tersebut, politisi PDIP yang juga anggota DPRD Kabupaten Tambrauw sekaligus Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Tambrauw, Vinsen Tawer pada Minggu (1/5/2022) mengatakan dirinya juga menerima dokumen tersebut. “Beberapa hari lalu, saya juga terima dokumen tersebut yang dikirimkan dari DPP PDIP. Saya telah membaca beberapa kali dan mempelajarinya dengan cermat,” ujar Vinsen.

Menurut Vinsen, setelah mendalami dokumen tersebut, dirinya memastikan bahwa rekomendasi DPC PDIP Tambrauw tertanggal 19 April 2022 samasekali tidak benar dan ilegal karena tanpa melalui mekanisme partai, tetapi surat rekomendasi itu dihasilkan oleh oknum-oknum yang punya kepentingan pribadi sehingga sudah pasti dibuang di tong sampah oleh DPP PDIP. Mengapa saya katakan rekomendasi itu tanpa melalui mekansime partai yang benar? Jika melalui mekansime partai, harus ada rapat bersama di tingkat DPC, kemudian ada daftar hadir, notulensi rapat, hasil rapat, berita acara. Hasil rapat itu kemudian ditembuskan ke DPD. DPD lalu memberikan pengantar sebelum surat itu dibawah ke DPP. Hasil rapat itu kemudian menjadi keputusan bersama, bukan satu-dua orang. Itu mekanismenya. Yang aneh pada surat itu, misalnya, nama saya ada dalam daftar hadir rapat tanggal 19 April dan ikut tandatangan daftar hadir, padahal saya tidak pernah ikut rapat dan tidak pernah tandatangan daftar hadir. Beberapa teman lain juga sama. Dan kalo rapat resmi DPC, yang ikut hanya pengurus partai. Orang di luar struktur partai tidak bisa ikut rapat. Namun pada rapat tanggal 19  itu, ada simpatisan partai dan tokoh masyarakat yang ikut rapat DPC dan kemudian ikut tandatangan berita acara dan daftar hadir. Keanehan berikutnya, surat itu juga tidak bernomor. Masakan surat resmi ke DPP tetapi tidak ada nomor. Keanehan lainnya, jika dilihat secara teliti, hanya ada 3 orang yang tandatangan daftar hadir mengatasnamakan orang lain. Ini kan aneh, sehingga saya jamin surat itu akan dibuang di tong sampah. Hal-hal seperti ini tentu tidak bisa diterima dan perlu diusut tuntas,” terang Vinsen.

Untuk itu kata Vinsen, sebagai Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Tambrauw, dirinya akan membuat laporan lengkap dan menyampaikan persoalan rekomendasi ilegal itu ke DPD dan DPP  PDI Perjuangan. “Sebagai wakil ketua bidang kehormatan DPC PDIP Tambrauw saya akan menyampaikan laporan ke DPD dan DPP sekaligus meminta pertunjuk terkait hal tersebut. Selain membuat laporan ke partai, saya secara pribadi juga akan buat laporan ke polisi karena tandatangan saya dijiplak oleh oknum yang tak bertanggungjawab. Saya tidak pernah ikut pertemuan itu tetapi ada tandatangan saya juga beberapa teman lainnya dan saya pastikan tandatangan saya itu dipalsukan. Karena surat tersebut, kami harus memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait hal itu,” ungkap Vinsen sambil memohon maaf kepada seluruh masyarakat Tambrauw yang merasa terganggu dan terusik dengan adanya surat tersebut.

Menurut dia, kewenangan untuk menentukan caretaker bupati/walikota di suatu daerah merupakan kewenangan Kementerian Dalam Negeri setelah menerima usulan dari Pemerintah Provinsi melalui Biro Pemerintahan, bukan ranahnya partai politik. “Dua dunia itu harus dibedakan. Saya katakan surat itu menyalahi prosedur karena selain tidak melalui mekanisme partai yang benar juga karena itu bukan ranahnya partai. Untuk itu, sekali lagi kami memohon maaf kepada masyarakat Tambrauw atas ketidaknyamanan dengan adanya surat tersebut,” tandas Vinsen yang juga mantan Ketua DPC PDIP Tambrauw ini. (KN3)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

twenty + 10 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir