Kamis, Mei 23, 2024

Soal Status Terduga Penebar Kebencian, Kapolres Manokwari: ES Berstatus Saksi

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Kapolres Manokwari AKBP. Parasian Herman Gultom kepada awak media Senin (7/2/2022) menyampaikan bahwa sampai saat ini penyidik Reskrim Polres Manokwari masih terus melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan tambahan dari pemilik akun facebook ES (19) dimana status hukumnya masih saksi.   Pernyataan ini disampaikan Kapolres.I.K., M.Si didampingi, Waka Polres Agustina Sineri, S.Pd, Kabag Ops Kompol Junaidi A. Weken, S.I.K dan Kasat Reskrim Iptu Arifal Utama, S.I.K.
Kata Kapolres,  proses penyelidikan dugaan penebar kebenciaan sedang berjalan dan saat ini sedang melengkapi saksi-saksi baik dari pelapor maupun korban dimana telah dilakukan pemeriksaan.
ES sendiri sebut Kapolres, sejak tiba Jumat lalu hingga Senin siang telah menjalani pemeriksaan intensif dan tidak dilakukan penahanan. “Kami tidak melakukan penahanan terhadap terduga pelaku karena statusnya masih terduga,” terang Kapolres.
“ES sendiri sudah 2 kali  menjalani pemeriksaan, dengan melibatkan enam saksi, dan empat saksi ahli. Untuk saksi ahli, ada ahli bahasa, ahli IT, ahli digital forensik dan ahli pidana,” ungkap Kapolres.
Dia mengatakan, saat ini penyidik melangkah ke saksi-saksi pemeriksaan ahli, yang secara umum terkait perkara dugaan pasal dalam ITE. “Untuk hal itu, kami harus berkoordinasi dengan saksi ahli yang ada di Jakarta dan hal itu  memang memerlukan waktu hingga kami dapat menentukan atau tidaknya terduga ini ditingkatkan statusnya sebagai tersangka atau tidak. Jadi kami mohon masyarakat bersabar,” ujar Kapolres menambahkan  pihaknya mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam proses pemeriksaan, tidak bisa cepat seperti  melakukan pemerikaaan terhadap perkara pidana umum lainnya.
Soal dugaan adanya peretasan terhadap akun facebook milik ES, Kapolres mengatakan, saat pemeriksaan, ES mengaku akunnya diretas orang tak bertanggungjawab. “Pengakuan dari terduga bahwa akunnya diretas. Itu sah-sah saja namun Polres Manokwari akan mendalami untuk membuktikan bahwa akun tersebut diretas atau tidak,” tandasnya.
Sementara itu, soal kemungkinan adanya jalan damai yang ditempuh terlapor dan pelapor, kata Kapolres, polisi siap memberikan ruang, tetapi penyidik bertugas untuk membuktikan laporan polisi tersebut.
“Soal jalan dami, itu bukan ranah kami. Silahkan saja karena itu dari masing-masing pihak, yaitu pelapor dan terlapor. Tugas kami melakukan pembuktian apa yang dilaporkan,” terang Kapolres.
Kata dia,  bila ada langkah-langkah mediasi antara pihak pelapor dan terlapor maka penyidik Polres Manokwari memberikan ruang untuk itu karena berkaitan dengan upaya menjaga dan memelihara Kamtibmas Manokwari.
“Kita harus berpikir lebih besar dan luas karena kita semua ingin agar kota Manokwari yang kita cintai bersama tetap aman, damai sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Jika kami diminta untuk memediasi, kenapa tidak? Kami siap melakukan mediasi jika semua pihak menghendakinya,” ujar Kapolres.
Pada kesempatan ini, Kapolres  berhadap agar seluruh masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kasus ini dapat menahan diri dan menjaga Manokwari agar tetap aman dan damai karena aksi pemalangan seperti yang terjadi pagi tadi dapat mengganggu kepentingan masyarakat umum.
Seperti yang diketahui, pada Senin (7/3/) pagi sekitar pukul 06.30 Wit, sekelompok warga masyarakat melakukan aksi pembakaran ban di depan Swiss belhotel sehingga sempat mengganggu sejumlah warga yang hendak beraktivitas. Kepada Kasuarinews.id, salah seorang warga mengatakan bahwa aksi itu bertujuan utama untuk  meminta penjelasan langsung dari pihak kepolisian dalam hal ini Kapolres Manokwari mengenai status ES yang telah menjalani pemeriskaan di Polres Manokwari. “ES tiba di Manokwari didampingi ibunya dan sudah menjalani pemeriksaan. Warga hanya mau minta penjelasan Kapolres soal status ES,” ujarnya.  (KN2)
ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

five × four =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir