Jumat, April 19, 2024

Soal Status Tersangka Haris Azhar dan Fatia, Para Aktivis Papua Tegas: Bebaskan Keduanya!

MANOKWARI, Kasuarinews.id – Para aktivis dan pemerhati persoalan Papua serta sejumlah warga yang yang menamakan dirinya Relawan Pemerhati Haris Fatia pada Selasa (22/3/2022) menggelar diskusi di Sekretariat Perlemen Jalanan (Perjal). Sejumlah tokoh tampil sebagai narasumber seperi advokad Metuzalak Awom, Direktur LBH Sisar Matiti Yohanes Akwam dan  lainnya. Para peserta diskusi terebut dengan tegas meminta agar polisi segera membebaskan aktivis Haris Azhar dan Fatia Maulidiyati atas kasus dugaan pencemaran nama baik Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan.

Yohanes Akwan, Direktur  LBH Sisar Matiti mengatakan, Haris -Fatia ditetapkan sebagai tersangka  justru karena mengungkit masalah SDA Papua seperti blok Wabu di Kabupaten  Intan Jaya. “Selain itu Haris Azhar juga adalah Kuasa hukum masyarakat adat suku  Amugme yang menggugat pembangunan  pabrik smelter di Gresik Jawa Timur, padahal tambangnya berada di Papua. Apa yang kita lakukan saat ini adalah bentuk solidaritas kita kepada Haris dan Fatia yang sudah berjuang untuk rakyat Papua,” ujarnya.

Samuel Awom dari Kontras Papua di Manokwari mengatakan semua orang tahu bahwa Haris Azhar yang saat ini menjabat sebagai Direktur Lokataru dan Fatia sebagai Direktur Kontras adalah aktivis dan advokad yang sangat ngotot menyuarakan penderitaan masyarakat di Intan Jaya terutama bolak Wabu karena diduga banyak oknum elite bermain di sana.

“Masalah Intan Jaya kini menjadi masalah internasional dengan pelanggaran HAM karena pertikaian TNI dan TPN/OPM  hingga rencana kedatangan HAM internsional.  Ini tentu wacana yang mungkin menyeret Haris Azahar dan Fatia. Untuk itu, kami minta keduanya dibebaskan karena setiap hari banyak warga yang menunjukan solidaritasnya bagi keduanya,” ujar Samuel.

Advokad di Manokwari Metuzalak Awom, SH mengatakan apa yang disuarakan Haris Azhar adalah upaya untuk menyuarakan bentuk dan praktek ketidakadilan yang terhadi di Papua. “Contoh SDA di Papua Barat seperti hutan yang dibabat habis tanpa menghiraukan  hak rakyat, demikian juga minyak dan gas  di Bintuni  yang telah dikuras oleh investor dimana Haris Azhar sendiri pernah ke sana. Mungkin banyak orang yang terganggu dengan sepak terjang Haris Azhar,” ungkapnya.

Ronald Mambieuw, Panglima Parlemen Jalanan mengajak semua pemuda Papua untuk menujukan keprihatin yang sama dengan melakukan konsolidasi di daerdah masing-masing, lintas kabupaten. “Kita harus prihatin karena kedua orang itu yang selalu berdiri paling depan membela dan memperjuangkan hak-hak orang Papua,” ujarnya.

Gubernur Otorita Papua Barat Markus Yenu  juga mengungkapkan keprihatinannya atas penetapan tersangka bagi Haris Azhar dan Fatia. “Semua orang tahu siapa Haris Azhar dan Fatia yang selama ini gigih berjuang membela hak rakyat kecil dan tertindas termasuk yang ada di tanah Papua. Di saat mulut orang lain bungkam melihat penderitaan rakyat Papua, kedunya muncul sebagai nabi. Kami orang Papau prihatian dan kecewa dengan penetapan status tersangka itu dan meminta dengan tegas agar keduanya segera dibebaskan. Kami akan turun ke jalan jika pemerintah tidak mendengar aspirasi kami,” tandas Yenu. Pada kesempatan ini, sejumlah aktifis resmi membentuk  Forum Rakyat Papua Peduli Haris Azhar-Fatia dan berkomitmen akan terus memantau perkembangan  kasus Haris dan Fatia. “Kita sedang merancang sejumlah program untuk menujukan solidaritas kepada orang-orang yang selama ini telah membela hak-hak rakyat Papua. Selain akan memasang spanduk, kita juga akan turun ke jalan,” tandas seorang peserta diskusi. (AN)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

18 − sixteen =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir