Senin, Juni 17, 2024

Staf Ahli Presiden Ajak Masyarakat Adat Papua Petakan Potensi Ekonomi di Daerahnya

FEF, Kasuarinews.id – Staf Ahli Presiden Urusan Papua dari Kantor Staf Presiden Febyola I. Ohee meminta masyarakat Adat Papua umumnya dan masyarakat adat Tambrauw khususnya agar dapat memetakan potensi ekonomi di wilayahnya masing-masing. Hal itu diungkapkannya saat menyampaikan materi pada Musdat Lemata di Fef, Kamis (19/1/2023).
Menurut Febyola di dalam Lembaga Adat yang harus dibicarakan adalah kekuatan ekonomi.
“Saya ajak masyarakat adat Papua umumnya khususnya di Tambrauw untuk memetakan potensi ekonomi yang ada Tambrauw. Artinya, bagaimana masyarakat adat bisa membangun daerahnya dengan kekuatan ekonomi,” ujar Febyola.
Untuk itu, dia mengajak masyarakat mengindentifikasi beberapa produk yang memiliki potensi yang besar di pasar internasional.
“Saya lihat Tambrauw memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan dan bagaimana kehadiran lembaga adat untuk melindungi potensi ekonomi itu demi membantu masyarakat untuk memperkenalkan produk itu di kancah internasional. Tidak ada kata tidak bisa. Yang ada saat ini, mau atau tidak. Jadi tergantung kemauan dan komitmen dari kita sendiri,” tandas Febyola yang mendukung penuh pembentukan Lemata sebagai sarana koordinasi bagi suku-suku di Tambrauw.
Terkait potensi ekonomi di Papua, Febyola kemudian memperlihatkan sejumlah produk UMKM anak asli Papua seperti abon ikan tuna, permen rasa buah, jahe, kopi, krupuk ikan, bahan kosmetik, sepatu hingga batik Papua dari Maybrat.
“Di Tambrauw ini misalnya banyak pohon ketapang. Orang tidak tahu bahwa daun pohon ketapang itu dieksport ke luar negeri seperti Amerika untuk penjernihan air. Harga per kilonya 800 ribu. Itu sama halnya dengan daun sukun yang bisa diolah jadi teh,” papar Febyola.
Kata dia, kunci sukses agar suatu produk dapat diminati dan bersaing di pasar internasional adalah kesetiaan, keamanan dan kesinambungan. “Artinya apa? Kalo suatu produk kita coba dan belum berhasil jangan menyerah tetapi harus tetap setia berusaha. Selain itu, produk itu aman jika dikonsumsi dan ketersinmbungan. Jangan sudah produksi dan sudah diterim pasar, hilang lagi. Itu akan merusak pasaran,” ungkapnya berharap agar masyarakat adat Papua dapat mengelola potensi di daerahnya yang begitu kaya dan beragam untuk peningkatan ekonomi dan tidak selalu begantung dari bantuan pemerintah. (KN3)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

two × 2 =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir