Sabtu, Mei 18, 2024

Terungkap! Pembunuhan dan Mutilasi 4 Warga Sipil di Timika Libatkan Oknum TNI

TIMIKA, Kasuarinews.id  – Kepolisian Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih, terus melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku pembunuhan berencana dan mutilasi terhadap empat warga sipil asli Papua, pada 22 Agustus 2022.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 10 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, di mana sembilan orang telah diamankan dan satu orang terduga pelaku ditetapkan masuk dalam DPO polisi. Dari sembilan orang terduga pelaku yang diamankan, enam orang di antaranya merupakan prajurit TNI AD dari Satuan Brigif 20/Ima Jaya Keramo Kostrad. Sedangkan tiga orang lainnya merupakan warga sipil.

Direktur Reserse dan Kriminal Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani mengatakan, enam anggota TNI yang diamankan, saat ini ditahan di Subdenpom XVII Cenderawasih Timika. “Tiga warga sipil yang telah diamankan di Polres Mimika berinisial APL, DU dan Rf.

Sedangkan seorang lagi warga sipil yang berinisial Ry kini berstatus DPO,” katanya, kepada wartawan, Selasa (30/8/2022) seperti dikutip dari Sindonews.com. Sementara keenam anggota TNI yang ditahan, antara lain Mayor (Inf) HFD, Kapten DK, Pratu PR, Pratu ROM, Pratu RAS dan Pratu RP.

Semuanya kini diamankan di Subdenpom XVIII/C Mimika. “Dari hasil pemeriksaan terungkap motif pembunuhan sadis tersebut murni adalah perampokan. Di mana modus yang digunakan para pelaku, yakni rekayasa jual beli senjata api dengan nilai Rp250 juta,” paparnya.

Para pelaku lalu menangkap dan membunuh korban dengan keji. Tidak hanya itu, para pelaku juga memutilasi tubuh korban. Kemudian, membakar mobil untuk menghilangkan jejak. “Jadi diawali rekayasa transaksi penjualan senjata api yang dilakukan oleh para pelaku. Kemudian dari rekayasa tersebut, para pelaku menghabisi korban dan mengambil sejumlah uang senilai Rp250 juta,” jelasnya.

Dilanjutkan dia, pembunuhan keji itu dilakukan oleh enam oknum prajurit TN AD bersama empat warga sipil terhadap empat orang warga asli Papua asal kabupaten Nduga.

Sementara itu, Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa mengatakan, pihak TNI dalam hal ini Angkatan Darat tidak akan mentolerir setiap perbuatan prajuritnya yang melakukan tindak pidana.

“Kami akan transparan dalam pengungkapan kasus ini. Sudah ada perintah langsung dari Bapak Panglima TNI dan Bapak Kepala Staf Angkatan Darat kepada kami untuk memproses kasus yang diduga melibatkan para oknum prajurit TNI AD sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Pangdam juga menyampaikan kepirhatinan dan ucapan belasungkawa sedalam-dalamnya atas peristiwa meninggalnya empat warga sipil asal kabupaten Nduga Papua yang diduga dibunuh oleh enam prajurit TNI AD dan tiga warga sipil, di Timika, Ibu Kota Kabupaten Mimika, Papua, pada 22 Agustus 2022. “Memang betul telah terjadi dan telah ditemukan dua jenazah korban mutilasi yang terjadi di Timika. Kami, saya dalam hal ini turut prihatin akan kejadian tersebut, dan juga turut berbelasungkawa,” pungkasnya.

TNI AD Akan Sanksi Berat Prajurit yang Terlibat Mutilasi Warga Mimika

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad TNI AD) Brigjen TNI Tatang Subarna mengatakan TNI AD akan memberikan sanksi tegas kepada enam oknum prajurit TNI AD yang kini menjadi tersangka apabila dinyatakan terbukti terlibat.
“TNI AD akan memberikan sanksi yang berat dan tegas kepada prajurit yang nyata-nyata telah mencoreng nama baik institusi maupun satuan TNI AD, khususnya oknum prajurit yang terlibat dalam kasus pembunuhan ini,” kata Tatang, Selasa (30/8/2022) dilansir dari detik.com.

Adapun penetapan tersangka terhadap enam oknum prajurit TNI AD tersebut berdasarkan hasil penyelidikan polisi militer yang diperintahkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Selain itu, Jenderal Dudung memerintahkan agar kasus dugaan pembunuhan warga sipil di Mimika, Papua, itu diusut tuntas.

Saat ini Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVII/Cenderawasih melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap para tersangka. Tak hanya itu, Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) juga telah mengirimkan tim penyidik untuk membantu Pomdam XVII/Cenderawasih dalam mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut. “Puspomad telah mengirimkan tim penyidik untuk membantu Pomdam XVII/Cenderawasih mengusut kasus ini hingga tuntas,” ujar Tatang.

Sementara itu, terkait dengan tersangka warga sipil, Tatang menyebut, mereka ditangani pihak Kepolisian Resor Mimika.

Sejauh ini, Subdenpom XVII/Cenderawasih juga terus berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Mimika untuk mengungkap keterlibatan oknum prajurit TNI AD dalam kasus dugaan pembunuhan warga sipil itu. Sebelumnya, para tersangka enam orang oknum prajurit TNI AD yang berdinas di Kabupaten Mimika, Papua, itu telah menjalani penahanan dan penyelidikan di Subdenpom XVII/Cenderawasih, Mimika, karena diduga terlibat pembunuhan empat orang warga sipil.
Adapun dua jenazah dari empat orang warga sipil itu telah ditemukan di Kampung Pigapu, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, pada hari Jumat (26/8) dan Sabtu (27/8). (KN5)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

4 × five =

- Advertisment -spot_img

Berita Terakhir